TITIKTEMU.CO, Ribuan perempuan berkebaya memadati kawasan wisata Pantai Tirta Samudra Bandengan, Minggu (12/5). Mereka akan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Pesertanya guru, siswa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat umum ikut memeriahkan pemecahan rekor yang bertajuk perempuan berkebaya menyeduh kopi terbanyak.
Tercatat, ada 7.857 perempuan berkebaya yang kompak menyeduh kopi, hingga tercatat sebagai rekor spektakuler, yang sebelumnya ditarget 6.300 peserta. Kegiatan ini tercatat di Muri sebagai rekor yang ke-11.627.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan, kegiatan itu merupakan inisiatif masyarakat Jepara dan swasta, yang sepenuhnya tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kegiatan ini murni partisipasi dari masyarakat.
Baca Juga: Mengenal 7 Karakteristik Kopi Nusantara, dari Gayo hingga Papua Wamena
Selain mengangkat potensi dan promosi produk kopi Jepara, Edy berharap juga dapat mengenalkan wisata lokal Jepara. Sebab, pada pemecahan rekor tersebut juga diisi dengan beragam pentas kesenian, seperti Jembul Banyumanis Tulakan dan pentas musik Carang Pakang Bandengan.
Pada kesempatan itu, Edy meminta kepada seluruh OPD dan kecamatan di Jepara, untuk menyiapkan suguhan kopi Jepara kepada tamu yang datang.
Apa hubungannya antara wanita berkebaya dan menyeduh kopi ? Ternyata pesannya sajian kopi tak luput dari peran perempuan yang sangat besar mulai dari memetik kopi hingga menyeduh , yang semuanya ada andil perempuan.
Artikel Terkait
Wine Coffee atawa Kopi Wine Halal Dikonsumsi? Simak Penjelasan Rinci LPPOM MUI
Mampir nyantai istirahat di Kedai Kopi Pesona Ginteran di Jalan Sumowono-Kaloran Temanggung
Malioboro Coffee Night #5 , Diplomasi Kopi Ala Yogya
Menikmati Seduhan Kopi Tiga Rasa Cuma Ada Di Kudus
Kompetensi Barista Untuk Mengukuh Yogyakarta Coffe Hub Kopi Nusantara
Tumbuhnya Kopi Akar Wangi di Desa Wisata, Bukti Nyata Peranan Program BRI 'Klasterku Hidupku'