Selain belajar di berbagai pesantren, ia juga tercatat pernah mengikuti pengajian di Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki di Malang.
Pengalaman belajar dari berbagai ulama tersebut kemudian menjadi bekal bagi Miftachul Akhyar dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam di Surabaya.
Mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah
Setelah menyelesaikan perjalanan menuntut ilmu di sejumlah pesantren, Miftachul Akhyar mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya.
Pesantren tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas pendidikan keagamaan yang dikelolanya hingga kini. Pondok Pesantren Miftachus Sunnah berlokasi di Jalan Kedung Tarukan Nomor 11, Surabaya, Jawa Timur.
Selain aktif dalam pendidikan pesantren, Miftachul Akhyar juga mulai terlibat secara lebih intensif dalam organisasi Nahdlatul Ulama.
Kiprahnya di NU dijalani secara bertahap, mulai dari tingkat cabang hingga akhirnya dipercaya menempati posisi penting di tingkat pusat.
Baca Juga: Uang Rp1,28 Miliar Milik Vilmei Diduga Digelapkan, 3 Tersangka Ditahan Polisi
Perjalanan Karier Miftachul Akhyar di NU
Karier organisasi Miftachul Akhyar di lingkungan NU dimulai dari tingkat Kota Surabaya.
Pada periode 2000-2005, ia dipercaya sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.
Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke tingkat Jawa Timur. Miftachul Akhyar menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada periode 2007-2018.
Kiprahnya di Jawa Timur membuat nama Miftachul Akhyar semakin dikenal di tingkat nasional. Pada 2015, ia dipercaya menjadi Wakil Rais Aam PBNU.
Ketika itu, posisi Rais Aam PBNU ditempati oleh KH Ma'ruf Amin.
Artikel Terkait
Panji Petualang Temukan Karhutla di Berau Kaltim, Api Dekat Tiang Listrik hingga Air Warga Menipis
Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Aragon: Jorge Martín Masih Memimpin, Marc Márquez Makin Dekat
Hasil Lengkap BYON Combat Showbiz 8: Ammarul Shafiq Kalahkan Jeka Saragih, Wong Jhonson Rebut Sabuk ICB
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Raih 472 Suara dalam Muktamar ke-35 NU
Profil dan Biodata Gus Kikin, Ketum PBNU 2026-2031: Cicit KH Hasyim Asy'ari dan Pengasuh Ponpes Tebuireng