TITIKTEMU.CO - Dalam berita yang mengguncang dunia pendidikan, seorang dosen dari UPN Veteran Yogyakarta terpaksa dinonaktifkan akibat dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Kasus ini mencuat setelah laporan dari sejumlah korban yang mengungkapkan perilaku tidak pantas sang dosen selama bimbingan akademik. Investigasi sedang berlangsung, dan pihak kampus berkomitmen untuk menangani masalah ini secara serius demi keamanan dan kenyamanan mahasiswa.
Dosen yang terlibat adalah seorang pria dari Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, yang diduga telah melakukan tindakan pelecehan sejak tahun 2022. Dengan sekitar 15 orang korban yang melapor, pihak kampus mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan keputusan penonaktifan sementara terhadap dosen tersebut per tanggal 19 Mei 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kelancaran investigasi yang sedang berlangsung.
Modus Operandi Pelecehan yang Dilakukan Dosen
Dari hasil investigasi awal, terungkap bahwa modus operandi dosen tersebut melibatkan penyalahgunaan relasi kuasa terhadap mahasiswi. Beberapa alumni dan korban mengungkapkan bahwa dosen tersebut sering mengajak mahasiswi untuk makan, menonton film, atau menawarkan tumpangan. Selain itu, ia juga menawarkan bantuan dalam mengoreksi tugas kuliah atau skripsi secara pribadi, yang seharusnya tidak dilakukan dalam konteks akademik.
Lebih parah lagi, beberapa tindakan tidak pantas dilaporkan terjadi secara langsung di depan mahasiswi. Misalnya, saat sesi bimbingan berlangsung, dosen tersebut mendadak berganti pakaian atau melepas baju, yang jelas sangat tidak pantas dan melanggar norma kesopanan. Kontak fisik tanpa persetujuan dari mahasiswi juga menjadi salah satu modus yang dilaporkan oleh para korban. Tindakan ini jelas menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang berada dalam posisi rentan.
Tindakan Pihak Kampus dan Komitmen untuk Keamanan Mahasiswa
Menanggapi situasi ini, pihak UPN Veteran Yogyakarta bertindak cepat dengan menonaktifkan dosen terduga pelaku dari semua aktivitas akademik. Ketua Satgas PPKPT UPN Veteran Yogyakarta, Iva Rachmawati, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga hak belajar mahasiswa lainnya dan memastikan bahwa investigasi dapat berjalan tanpa gangguan. Tugas mengajar pelaku kini telah dialihkan kepada dosen lain untuk menjaga kelancaran proses belajar mengajar di jurusan tersebut.
Kampus juga berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan identitas serta keamanan para korban selama proses investigasi. Bagi siapa pun yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi tambahan terkait kasus ini, pihak kampus mengimbau untuk melapor melalui email resmi [email protected]. Dengan langkah-langkah tegas ini, diharapkan situasi serupa tidak akan terulang di masa mendatang, dan mahasiswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Artikel Terkait
Download Mod Minecraft Senjata FF 3D MCPE Terbaru Mei 2026 Lengkap Cara Pasang
Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Sudah Masuk? Begini Cara Cek Status Cairnya Tanpa Ribet
Deadline Diperpanjang! Daftar Program TKM Pemula 2026 Sebelum 24 Mei — Modal Usaha Menanti
Bukan Film Biasa! '402 Rumah Sakit Angker Korea' Gunakan Shaman Asli dan 28 Kamera Sekaligus
Gratis dan Bersertifikat! Kemnaker Buka 30.000 Kursi Pelatihan Vokasi 2026 — Lulusan SMA/SMK Wajib Daftar Sekarang
Pertama dalam Sejarah! Prabowo Berpidato Langsung soal Ekonomi Makro di Rapat Paripurna DPR
Isi Voice Note mahasiswi Arsitektur Unhas viral yang Mengharukan
NEW! Download FF Kipas VIP 2026: Aplikasi Auto Headshot Terbaru yang Aman dan Efektif?
Cara Cek Pengajuan KUR BRI 2026 Secara Online Sudah ACC dan Arti Statusnya
Tanggal Tes Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) KDMP - KMNP 2026, Alur Mental Ideologi dan Kesehatan Jiwa