Kepergian Ki Anom Suroto meninggalkan ruang kosong di dunia pedalangan. Namun, warisan dan dedikasinya akan terus hidup melalui generasi penerus yang dia didik.
Anom Suroto bukan sekadar dalang, melainkan penyampai filosofi hidup Jawa yang mengajarkan kesabaran, kebijaksanaan, dan keseimbangan hidup melalui setiap pertunjukan wayang.
Karya, ajaran, dan pengabdiannya menjadikan Ki Anom Suroto bukan hanya milik masyarakat Jawa, tetapi juga ikon budaya Indonesia di mata dunia.
Dia telah membuktikan bahwa wayang, sebagai seni tradisional, bisa menjelajah dunia tanpa kehilangan jati dirinya.
Kini, suara khasnya mungkin telah berhenti mengalun, tetapi kisah dan ajarannya akan terus hidup dalam setiap layar kelir dan bayangan wayang yang bergerak abadi.***
Artikel Terkait
Artis Legendaris Titiek Puspa Meninggal Pada Usia 87 Tahun. Sempat menulis 61 lagu saat dalam perawatan sakitnya
Mengenang Titiek Puspa: Ikon Musik Indonesia di Tengah Gempuran Budaya Barat
Kisah Titiek Puspa dan Warisan Musik Istana: Dari Nama Pemberian Soekarno hingga Grup Lensois
Siapa Ahmad Sahroni? Ini Profil Lengkap Politisi NasDem yang Tuai Kritik hingga Ditantang Debat soal "Orang Tolol Sedunia"
INNALILLAHI Acil Bimbo Tutup Usia 82 tahun, Perjalanan Hidup Musisi Lagu 'Tuhan' dan 'Sajadah Panjang'
Profil dan Perjalanan Hidup Cokorda Istri Niti Yadnya: Sosok Bangsawan Bali yang Menginspirasi