“Alhamdulillah, meskipun sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Kirab Pusaka bisa kita laksanakan. Selama berjalan tadi, kita tidak boleh bicara. Semuanya melakukan tapa bisu sambil berdoa dan bersholawat dalam hati agar kedepan Blora semakin baik lagi, dan sejahtera masyarakatnya,” ungkap Bupati Arief usai mengikuti kirab.
Baca Juga: Tradisi Golok Mentok, Wujud Syukur dan Berbagi Warga Bacin Kudus
Menurutnya ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal Kabupaten Blora yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Ini sebagai wujud pelestarian budaya leluhur Kabupaten Blora. Keris Kyai Bisma merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya,” tambahnya.
Usai dikirab, Keris Kyai Bisma yang dipasangi untaian bunga melati ini kembali disimpan di dalam ruangan rumah Dinas Bupati. ***
Artikel Terkait
Bendungan Randugunting Blora Segera Berfungsi
Diduga Langgar Prokes Lakukan Kunker Saat Positif Covid, Anggota DPRD Blora Dilaporkan ke Polda Jateng
Di Blora, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Ngloram
Tak Digunakan Sejak 1984: Bandara Ngloram Blora yang Diresmikan Presiden, Dulu Bandara Milik Pertamina
Bertemu Wakil Rektor UNY: Bupati Blora Ingin KKN Mahasiswa Ditempatkan di Desa Miskin di Pinggir Hutan
Bandara Ngloram Diresmikan: Dua Bupati Wanita Tetangga Blora ini Ikut Senang!
Berwisata Naik Perahu Naga di Waduk Tempuran Blora