Solo, Yogya dan Bali Jadi Pilot Project Wellness Tourism Indonesia, Apa itu Wellness Tourism?

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Minggu, 21 November 2021 | 06:56 WIB
 Pemukulan Gong oleh Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dan Walikota Solo sebagai tanda dipilihnya Kota Solo menjadi pilot project Pariwisata Wellness Indonesia bersama Yogyakarta dan Bali. (pic. kemenparekraf)
Pemukulan Gong oleh Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dan Walikota Solo sebagai tanda dipilihnya Kota Solo menjadi pilot project Pariwisata Wellness Indonesia bersama Yogyakarta dan Bali. (pic. kemenparekraf)

TITIKTEMU.CO SURAKARTA -  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menghadiri peluncuran Aroma Wellness Festival (AWF) bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming di Ndalem Doyoatmajan, Kota Solo, Jawa Tengah.

Kehadiran Wamenparekaf Angela tersebut sebagai upaya untuk mendorong pengembangan Wellness Tourism atau wisata kebugaran di Tanah Air, dimana Kota Solo dipilih menjadi pilot project bersama Yogyakarta dan Bali.

Dia memberikan sambutan pada acara peluncuran Aroma Wellness Festival (AWF) yang berlangsung Jumat (19/11).

Baca Juga: 7 Pengisi Suara, Voice Over Talent Fenomenal & Legendaris di Indonesia

Baca Juga: Keren ! Solo Akan Mempunyai Destinasi Kampung Wisata Prajurit Wiro Tamtomo

Angela dalam sambutannya mengatakan, Kemenparekraf berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata kebugaran terutama dari sisi strategi pemulihan pariwisata Indonesia, dimulai dari pengembangan dan mempromosikan wisata kebugaran di tiga daerah yaitu Solo, Yogyakarta, Bali.

“Semoga ajang promosi wisata kebugaran ini bisa menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara. Tidak hanya tiga daerah tersebut, kedepan masih banyak daerah-daerah lain, lantaran masih banyak lagi potensi-potensi lainnya yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Seluruh Wilayah Berstatus PPKM Level 3

Melihat peluang itu, lanjut Angela, wisata kebugaran menjadi suatu tren yang menjanjikan di masa pandemi dan pascapandemi, dikarenakan masyarakat saat ini semakin peduli terhadap kesehatannya. Mulai dari kesehatan fisik, mental, emosional, spiritual, dan bahkan sosial.

“Isu kesehatan menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan saat ini. Untuk itu, kegiatan ini bisa mendorong pengembangan awareness tentang potensi wisata kebugaran di Indonesia, dan semakin mengukuhkan Kota Solo sebagai the city of java wellness,” katanya.

Seperti diketahui, wellness tourism adalah wisata minat khusus yang bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan. Di Indonesia, pengembangan pariwisata di sektor kesehatan sebenarnya telah diinisiasi sejak 2012. Harapannya, dapat mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia.

Baca Juga: Antusias Pononton WSBK Mandalika Tinggi, Diperkirakan Capai 25 Ribu Orang

 “Walaupun menduduki peringkat ke-17, kita tidak boleh berkecil hati, justru ini kita jadikan peluang karena artinya masih ada kesempatan yang sangat besar bagi Indonesia untuk meningkatkan potensi wisata kebugaran secara global dan potensi pertumbuhannya di masa mendatang, terlebih kita memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang menjadi aset penting bagi wisata kebugaran, seperti produk herbal, jamu, aromaterapi, meditasi, retret, makanan sehat, geotermal, dan masih banyak lagi,” katanya.

Sementara itu, Walikota Solo Gibran Rakabuming mengatakan, wellness tourism yang telah menjadi gaya hidup dan mengubah perilaku masyarakat, dengan dukungan wisata kebugaran dari Kemenparekraf, Kota Solo bersama dengan Indonesia Wellness Institute (IWI) meluncurkan brand pariwisata Kota Solo yaitu, Solo Wellness City, City of Java Wellness.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X