5. Kelenteng Cu An Kiong
Kelenteng Cu An Kiong dipercaya sebagai kelenteng tertua di Pulau Jawa. Keindahan arsitektur kelenteng ini sangat memikat.
Dinding-dindingnya penuh dengan lukisan dewa dewi, aroma hio selalu tercium semerbak. Ada papan-papan peribahasa yang dibuat antara tahun 1875-1908.
Klenteng ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-16 oleh orang-orang Tionghoa yang berlabuh di Lasem.
Baca Juga: Dieng Culture Festival Digelar Hybrid, Ganjar: Jaga Protokol Kesehatan Ketat!
Kelenteng Cu An Kiong dibangun menggunakan kayu jati. Tiang penyangga kelenteng bahkan berupa dua buah kayu jati yang sampaisaat ini belum pernah diganti.
Nama Cu An Kiong artinya Istana Ketentraman Welas Asih. Terdapat dua daun pintu bergambar dua tokoh Tionghoa Lasem mengajarkan batik kepada warga. Kedua tokoh itu Bi Nang Un dan istrinya, Na Li Ni.
Alamat Jl. Dasun No.19, Pereng, Soditan, Lasem, Rembang. Buka setiap hari pukul 09.00 WIB-22.00 WIB. Tanpa biaya tiket.
Baca Juga: Bisa Lihat Apa Saja di Tumurun Private Museum Solo?
6. Museum Batik Tiga Negeri
Batik Tiga Negeri adalah sebutan untuk batik khas Lasem. Disebut Tiga Negeri, karena batik ini memiliki tiga warna yang mewakili di tiga kota.
Ketiga warna itu masing-masing merah (Lasem), biru (Pekalongan), dan sogan atau coklat (Solo). Warna-warna itu dihasilkan dari pewarna alami.
Warna merah dari akar mengkudu, biru dari daun Indigofera, dan sogan dari kayu tegeran. Di Solo, batik tiga negeri dipopulerkan oleh Tjoa Giok Tjiam pada 1910.
Artikel Terkait
Menikmati Senja di Ujung Senja
Tanah Papua... Ada 5 Surga di Ujung Timur Indonesia
Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah
Horeee! Bus Tingkat Werkudara dan Kereta Uap Jaladara Jalan Lagi, Gaes...
Sendratari Ramayana di Prambanan Ternyata Libatkan 200 Penari Lebih, Kapan Ya Ada Pertunjukan Lagi?
Gunungkidul Banyak Tempat Wisata Menanti Kunjungan Anda
7 Gunung Kecil Ini Menawarkan Wisata Alam Pegunungan yang Indah Banget!
Hotel Pelangi, Hotel Tertua dan Saksi Bisu Sejarah Kota Malang