“Kami punya destinasi wisata di wilayah Purworejo, masuknya dari arah Kulonprogo. Silakan kalau ingin berkegiatan di sana. Kami siap support,” kata dia.
Baca Juga: Begini Cara Orang Seni Rayakan Kemerdekaan Negeri Saat Pandemi
Indah menyampaikan program-program BOB terkait pariwisata dan industri kreatif sebagai upaya membangkitkan ekonomi Indonesia, khususnya DIY-Jateng.
Dalam pembukaan pameran, Indah menerima cindera mata lukisan relief perahu di Candi Borobudur ukuran 80x100 cm karya Wasis Subroto yang juga manajer seni di Leman Art House.
“Terima kasih. Ini Samudera Raksa,” ucap Indah.
Baca Juga: Malam Ini, Wayangan Puncak Acara HUT ke-265 Kota Yogyakarta Bisa Disaksikan Melalui Channel Youtube
Pembukaan ditandai Indah dengan membuka pintu ruang pameran bersama Baiquni. Keduanya secara bersama membuka pintu.
“Pameran ini sungguh sangat menginspirasi, GoART menjadi saksi kebangkitan seni dan seniman di kawasan Jogja Timur, “ kata Baiquni.
Dia menambahkan Gerbang Timur telah membuka diri dengan cahaya semangat kebersamaan sejumlah seniman dari ragam gaya dan ekspresi seni.
Baca Juga: Sama-sama Kerajaan Mataram, Mengapa Batik Solo Beda dengan Yogyakarta? Ini Sejarahnya
Kekuatan yang menyatukan adalah semangat terus berkreasi, saling menguatkan. Guyubrukun, Gotongroyong, Gayengbareng keluar dari masa pandemi dan krisis multidimensi yang sulit.
“Semoga gerak langkah maju dan bermutu terus dilakukan, sehingga Yogyakarta menjadi pusat seni budaya bagi Indonesia,” tandas Baiquni.
Sebanyak 27 perupa menampilkan karyanya pada pameran ini. Dikuratori Hadjar Pamadi, karya-karya masuk dalam Representational Art, Non representational Art dan Decorative Art.
Indah sempat mencermati sejumlah lukisan karya Basuki Muhammad (Surabaya), “Pesona Nepal van Java” (Erwan Widyarto), dan “Pasar Bebas” (Sarjiyanto Sekar).
Pameran GoART selain menampilkan karya dua dimensi dengan beragam media juga memamerkan karya tiga dimensi. ***
Artikel Terkait
Wow! Paviliun Indonesia di Ajang Dubai Expo 2020 Diserbu Pengunjung
Asyiik! Sekarang Ada Pusat Kuliner Hele Yo di Pinggir Danau Sentani
Tempat Wisata Wonogiri Mulai Buka, Bupati Jekek: Maaf Anak-anak Belum Boleh Masuk
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Sandiaga Uno Tinjau Sangiran
Sendratari Ramayana di Prambanan Ternyata Libatkan 200 Penari Lebih, Kapan Ya Ada Pertunjukan Lagi?
Ciri Khusus Ukir Suku Kamoro, Bukti Kekayaan Budaya Indonesia
Masuk Nominasi Anugerah Wisata Indonesia, Desa Wisata Sumberbulu Tawarkan Kearifan Lokal