Baca Juga: Mengenal Getuk Nylekitho Kuliner Khas Pedesaan di Cilacap
“Saya melihat ini masalah disinformasi ke publik,” kata Agung Rulianto, Tenaga Ahli Utama yang memimpin tim KSP di lapangan seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman KSP. Informasi yang disebar dikaitkan dengan film Jurrasic Park yang menggambarkan tragedi captivating animal, ujarnya, langsung membuat kesan horor. “Padahal situasi disini, komodo, rusa, dan babi hutan bebas berkeliaran,” tambahnya.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Lukita Awang Nistyantara menyebutkan bahwa sarana yang dibangun sengaja mengambil jalur yang tidak terdapat sarang komodo. “Di sini (Pulau Rinca) terdapat 1.300 Individu. Dari data kami 2002-2021 sejauh ini populasinya stabil,” kata Lukita. Sehingga dia memastikan pembangunan sarana tidak berpengaruh pada menurunnya populasi komodo.
Dia menambahkan, elevated track yang dibuat saat ini membuat pergerakan komodo lebih bebas dan tidak terganggu manusia. Sementara jika nanti ada wisatawan yang datang, jarak pandangnya akan lebih luas karena posisinya beberapa meter diatas tanah. “Mereka bisa melihat komodo melintas dibawah kaki,” kata Lukita. **