Dengan memiliki ketinggian sekitar 25–50 meter dan dikelilingi hutan serta pepohonan hijau, wisata alam terjun ini benar-benar masih alami dan hidden gem..
Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak, sawah, dan sungai kecil, sehingga cocok bagi pecinta petualangan ringan.
2. Wisata Alam Perbukitan dan Lembah
Desa Salam berada di kawasan lembah yang dikelilingi perbukitan. Meski belum dikembangkan secara komersial, area ini sering dimanfaatkan sebagai wisata alam trekking, camping, hingga berburu foto lanskap.
Kondisi geografis ini juga membuat udara di wilayah tersebut sejuk, khas daerah kaki pegunungan di selatan Gunung Lawu.
Banyak wisatawan lokal datang hanya untuk menikmati ketenangan, kabut pagi, serta pemandangan sawah dan bukit.
Baca Juga: Tak Ada Kehidupan Setelah Isya di Purworejo: Kota yang Mengajarkan Slow Living yang Sebenarnya
3. Wisata Edukasi dan Kehidupan Desa
Selain alam, daya tarik lain adalah kehidupan masyarakat pedesaan yang masih tradisional. Aktivitas bertani, budaya gotong royong, hingga suasana desa yang tenang menjadi pengalaman wisata tersendiri.
Konsep seperti ini mulai berkembang di beberapa desa sekitar Slogohimo sebagai bagian dari desa wisata berbasis komunitas, meski di Desa Salam sendiri masih bersifat alami dan belum terstruktur seperti desa wisata resmi.
4. Akses ke Destinasi Sekitar
Letak Desa Salam juga strategis karena dekat dengan beberapa objek wisata lain di Slogohimo, seperti kawasan air terjun dan wisata pegunungan.
Wisata ke Desa Salam bukan sekadar liburan, tapi juga bisa sebagai healing. Menikmati waktu yang terasa berjalan lebih lambat, dan suasana tenang, dan kerahtamahan warga setempat.***