Dalam laga antara Jerman melawan Jepang terdapat sebuah kejadian menarik ya sebelum laga dimulai para pemain Jerman terlihat menutup mulut mereka saat melakukan sesi foto bersama itu dilakukan sebagai bentuk protes karena Jerman dilarang memakai ban Kapten pelangi yang merupakan simbol dukungan terhadap LGBT.
FIFA telah mengancam para kapten tim yang nekad mengenakan captain armband pelangi sebagai dukungan terhadap LGBT.
Baca Juga: Ini Cara Ronaldo Hormati Tuan Rumah Qatar dengan Tak Mendukung & Menolak Mengkampanyekan LGBT
Meihat moment itu reaksi pun langsung berdatangan. Ada yang mendukung, namun juga ada yang menyayangkan dengan apa yang dilakukan oleh para pemain Timnas Jerman.
Inilah reaksi dunia saat team Jerman menunjukkan protes mereka soal
larangan isu LGBT.
Ya DFB selaku Induk organisasi sepak bola Jerman akhirnya memberikan pernyataannya tentang aksi para pemain Jerman yang terlihat menutup mulut sebelum pertandingan itu dimulai.
Baca Juga: Penampilan Jungkook BTS di Qatar Dianggap Melanggar HAM. Begini Penjelasannya
Menurut DFB hal semacam itu memang sengaja dilakukan sebagai bentuk protes kepada FIFA serta pemerintah Qatar. FIFA telah melarang Kapten Timnas Jerman, dan kapten timnas lainnya, untuk mengenakan ban Kapten bersimbol One Love. Merekan akan dikenakan sanksi oleh FIFA jika nekad memakai captain armband pelangi.
Sementara bagi DFB, asosiasi sepakbola Jerman, hal semacam itu adalah bentuk hak asasi manusia bukan karena masalah politik atau hal semacamnya.
Melihat Apa yang dilakukan oleh Timnas Jerman akhirnya membuat beberapa tokoh memberikan komentarnya salah satunya yang dilakukan oleh Granit Saka pemain dari Timnas Swiss.
Menurut Saka semua orang harus menghormati aturan dan fokus kepada permainan sepak bola bukan malah fokus ke hal lainnya. "Saya tidak berpikir kita harus melakukan apapun. Sebagai Timnas Swiss kami harus menghormati aturan dan fokus pada sepak bola Hanya itu yang saya rencanakan ", kata Saka dalam interviewnya.
Tak hanya Saka Kapten Timnas Prancis yakni Hugol Loris sebelumnya juga mengomentari tentang larangan memakai ban Kapten One Love, menurutnya peraturan seperti itu harus dihormati.
Artikel Terkait
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia: Jerman Sumbang Tiga Pemain di 10 Besar
Fakta Penting Saat Juara Dunia 4 Kali Jerman Bertemu Samurai Biru Jepang
Fakta Penting Kekalahan Jerman dari Jepang, Salah Satunya Jerman atau Spanyol Bisa Tersingkir Lebih Awal
Spanyol 7-0 Kostarika, La Roja Catatkan Rekor, Pablo Gavi Pencetak Gol Termuda Piala Dunia Setelah Pele
Bruno Fernandes: Keluarnya Cristiano Ronaldo dari Man Utd tidak akan menggagalkan Portugal di Piala Dunia
Kamerun Ditundukkan Swiss oleh Gol Pemain Kelahiran Kamerun
Portugal 3-2 Ghana: Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Sebagai Pemain Pertama Cetak Gol di Lima Piala Dunia
Fakta Penting Cristiano Ronaldo Menjadi Penyerang Pertama yang Mencetak Gol di Lima Piala Dunia
Sempat Diragukan, Richarlison Membuktikan Kelasnya, Mencetak Dua Gol, Saat Brazil Vs Serbia