TITIKTEMU.CO, Arab Saudi - Pertanyaan terbesar menjelang berlangsungnya GP F1 Arab Saudi adalah apakah Ferarri bisa berjaya seperti di GP F1 Bahrain pekan sebelumnya.
Lebih khusus lagi, bisakah Charles Leclerc meraih dua kemenangan berturut-turut?
GP F1 Bahrain adalah awal yang luar biasa untuk musim ini bagi pembalap Ferrari Charles Leclerc, yang menduduki pole position dan start di posisi terdepan, lalu memenangkan Grand Prix Bahrain dengan selalu memimpin dari lap awal sampai akhir, dan juga mengumpulkan poin kejuaraan ekstra setelah mencatatkan waktu putaran tercepat (fast lap).
Leclerc terus menunjukkan performance yang mengesankan di sesi latihan pertama untuk Grand Prix Arab Saudi, mencatat waktu tercepat di depan Max Verstappen dari Red Bull dengan Valtteri Bottas berada di urutan ketiga dengan Alfa Romeo-nya.
Dengan Carlos Sainz mengambil tempat kedua di podium di Bahrain dan rumor minggu ini bahwa mereka bahkan tidak mendorong mobil baru dengan kapasitas penuh, Ferrari jelas merupakan tim yang harus dikalahkan.
Jika Red Bull telah memecahkan masalah gigi (persneling) mereka maka Max Verstappen diperkirakan dapat meraih poin kejuaraan pertamanya di musim baru, seperti rekan setimnya Sergio Perez.
Sementara pasangan Mercedes Lewis Hamilton dan George Russell tentu saja tak dapat mengharapkan kemalangan orang lain untuk membantu mereka memuncaki balapan F1 di Jeddah.
Layak untuk mengawasi Haas dari Kevin Magnussen, yang menikmati kembalinya yang luar biasa ke F1 akhir pekan lalu, mengklaim tempat kelima di Bahrain.
Valtteri Bottas juga melakukan awal yang mengesankan setelah berpisah dengan Mercedes, menempati urutan keenam di Alfa Romeo-nya.
Mengapa kedua mobil Red Bull mogok?
Setelah tampil mengesankan dalam tes pra-musim, itu adalah bencana bagi pasangan Red Bull Verstappen dan Perez di Bahrain akhir pekan lalu. Kedua pembalap gagal menyelesaikan grand prix, tetapi bukan karena kesalahan mereka sendiri – mobil mereka kehabisan bahan bakar.
"Kedua mobil mengalami kekurangan tekanan bahan bakar akhir pekan lalu," kata penasihat Red Bull Helmut Marko.
Artikel Terkait
Rivalitas Bersejarah F1 Mulai James Hunt Vs Niki Lauda Hingga Max Verstappen Vs Lewis Hamilton
FIA Mencopot Michael Masi Sebagai Direktur Balapan F1. Akibat Kisruh Lewis Hamilton- Verstappen di Abu Dhabi?
Formula 1: Ini Dia Desain dan Tampilan Mobil Balap Terbaru Peserta F1 Musim 2022
Balapan Formula 1: Delapan Hal Baru dalam F1 2022 yang Perlu Kamu Tahu. Cekidot...
Ini Jadwal Lengkap balapan F1, Grand Prix Formula 1 2022. Siapa Bakal Berjaya?
GP Formula 1: Finish Satu-Dua di Sakhir, Mampukah Ferrari Mampu Tampil Konsisten di GP F1 Arab Saudi?
GP Formula 1: Sebastian Vettel Gagal Ikut Balapan F1 untuk Kedua kalinya karena Covid
GP F1 Arab Saudi Tetap Berlangsung Kendati Terjadi Serangan terhadap Fasilitas Minyak Dekat Sirkuit Jeddah