TITIKTEMU.CO, Arab Saudi - Grand Prix Arab Saudi akan tetap berjalan sesuai rencana meskipun ada serangan terhadap fasilitas minyak yang dekat dengan sirkuit Jeddah.
Asap terlihat mengepul ke langit sejauh bermil-mil selama sesi latihan Jumat, dengan pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.
Insiden itu terjadi di kilang Aramco sekitar 12 mil dari Sirkuit Corniche Jeddah, yang menggelar Grand Prix Arab Saudi perdana pada Desember tahun lalu.
Sesi latihan kedua hari Jumat ditunda sebentar karena pembalap dan kepala tim dipanggil oleh CEO Formula Satu Stefano Domenicali, tetapi kemudian dikonfirmasi bahwa acara tersebut tiidak dibatalkan.
Sebuah pernyataan F1 berbunyi: "F1 telah melakukan kontak dekat dengan otoritas terkait menyusul situasi yang terjadi hari ini.
"Pihak berwenang telah mengkonfirmasi acara tersebut dapat berlanjut sesuai rencana dan kami akan tetap berhubungan dekat dengan mereka dan semua tim dan memantau situasi dengan cermat."
Arab Saudi telah memerangi pasukan Houthi sejak Maret 2015 sebagai tanggapan atas penggulingan presiden Yaman sebelumnya.***
Artikel Terkait
FIA Batalkan Grand Prix Formula 1 Rusia. Ini Beberapa Alasannya
Formula 1: Ini Dia Desain dan Tampilan Mobil Balap Terbaru Peserta F1 Musim 2022
Balapan Formula 1: Delapan Hal Baru dalam F1 2022 yang Perlu Kamu Tahu. Cekidot...
Formula 1: Ferrari finish satu-dua Dibuntuti Mercedes. Max Verstappen Gagal Total
Ini Jadwal Lengkap balapan F1, Grand Prix Formula 1 2022. Siapa Bakal Berjaya?
GP Formula 1: Finish Satu-Dua di Sakhir, Mampukah Ferrari Mampu Tampil Konsisten di GP F1 Arab Saudi?
GP Formula 1: Sebastian Vettel Gagal Ikut Balapan F1 untuk Kedua kalinya karena Covid