Dorna Sports Apresiasi Kinerja Panitia Lokal Sirkuit Mandalika. Ini yang Awalnya Jadi Keluhan Para Pebalap

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Senin, 14 Februari 2022 | 20:45 WIB
Dorna mengapresiasi panitia lokal terutama dalam menangani debu dalam lintasan Sirkuit Mandalika (Instagram @motogp)
Dorna mengapresiasi panitia lokal terutama dalam menangani debu dalam lintasan Sirkuit Mandalika (Instagram @motogp)

“Red-flag merupakan perintah kepada para pebalap agar keluar dari lintasan dan kembali ke paddock masing-masing. Ini dikarenakan penyelenggara balap akan melakukan sesuatu hal di dalam lintasan seperti pembersihan lintasan, pengambilan objek dalam lintasan yang dapat membahayakan pebalap atau penonton dan berbagai hal lainnya,” kata Priandhi.

Baca Juga: Sirkuit Internasional Mandalika Tuan Rumah Seri Kedua MotoGP 2022. Tiga Milyar Pemirsa Menunggu Aksinya

Penggunaan bendera merah pada hari pertama tes adalah dalam rangka menutup lintasan balap agar petugas pemeliharaan (crew maintenance) dapat memasuki lintasan dan melakukan pembersihan di dalam lintasan.

Ini sudah sesuai dengan saran beberapa pembalap MotoGP dan Dorna yang disampaikan kepada Mike Webb.

"Penggunaan bendera merah merupakan sesuatu yang wajar dalam setiap kegiatan olahraga otomotif. Bukan sesuatu yang di luar kebiasaan,” ujar Priandhi.

Baca Juga: Liga Champions: Super Bigmatch Paris Saint-Germain Vs Real Madrid. Adu Unggul Kylian Mbappe dan Karim Benzema?

Setelah diangkatnya bendera merah, maka pihak penyelenggara langsung memerintahkan kendaraan pembersih untuk memasuki track.

Kemudian Track jet truck yang dilengkapi penyemprot air bertekanan tinggi dan rotating brush memasuki lintasan dan membersihkan area-area tertentu, dibantu oleh crew maintenance.

Setelah proses pembersihan selesai, trek kembali dibuka dan para pebalap kembali memasuki lintasan.

Baca Juga: Awas! Penipuan Berkedok Arisan dan Investasi Online, Yuk Kenali Ciri-cirinya

Tercatat, pada hari pertama para pebalap MotoGP semakin cepat dan lintasan ditutup dengan kecepatan mencapai 314 kilometer per jam atau berada dalam standar kecepatan MotoGP.

Priandhi dan Mike menjelaskan bahwa faktor debu ini disebabkan oleh berbagai kegiatan pembangunan di luar (outer) lintasan seperti pembangunan jalan, drainase.
Serta bagian sisi dalam (inner) lintasan (pembangunan tribun/Grandstand penonton) yang menyebabkan debu yang beterbangan jauh lebih banyak dibandingkan kondisi normal.

Debu-debu ini jatuh pada permukaan lintasan, masuk ke dalam pori-pori lintasan di antara kerikil permukaan lintasan.

Baca Juga: Video Mesum Sepasang Gay di Banjarnegara Viral, Salah Satu Pelaku Berstatus Pelajar SMA
Apalagi lintasan tidak pernah dipakai untuk kegiatan motorsport sejak World Superbike (WSBK) hingga sesi tes pramusim ini, menyebabkan banyaknya debu yang beterbangan saat dilewati kendaraan MotoGP.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X