TITIKTEMU.CO, MIMIKA - Kontingen Kaltim cabor Terjun Payung di Nomor Kerjasama Antar Parasut atau Canopy Formation mengajukan protes kepada wasit karena ditetapkan menjadi juara kedua dengan memperoleh medali perak.
Nomor Kerjasama Antar Parasut ini medali emas diraih oleh Kontingen Papua Barat sedangkan medali perunggu diraih oleh Kontingen DKI Jakarta.
Tim Kaltim dan Tim Papua Barat memperoleh nilai yang sama yaitu 24. Sedangkan tim DKI Jakarta memperoleh nilai 18.
Berdasarkan nilai itu Tim DKI Jakarta otomatis dapat rangking 3, namun Tim Kaltim dan Tim Papua Barat mengalami masalah karena nilai mereka sama. Belum bisa ditentukan siapa yang rangking 1 dan siapa yang rangking 2.
Selanjutnya dilakukan lomba lagi antar kedua tim, yaitu khusus tim Kaltim dan Tim Papua Barat. Namun setelah lomba selesai, hasilnya tetap sama. Di babak tambahan ini keduanya memperoleh nilai 0.
Selanjutnya dilakukan lomba lagi untuk yang kedua kalinya antar kedua tim. Namun hasilnya tetap sama. Keduanya memperoleh nilai 0.
Karena nilai masih sama maka dewan juri memutuskan agar dinilai dari cepatnya membentuk formasi. Setelah dilakukan penjurian maka wasit memutuskan tim Papua Barat yang menang.
Tim Kaltim tidak terima dengan keputusan wasit ini,
"Karena aturan dengan menghitung kecepatan membuat formasi ini tidak dibahas di technical meeting dan tidak ada di handbook," kata Bernadus Setya Ariyanta, kapten tim Kerjasama Antar Parasut cabor Terjun Payung dari Tim Kaltim, kepada Hasani, kontributor TITIKTEMU.CO di lokasi
Sampai berita ini ditayangkan belum ada hasil dari surat protes yang dilayangkan Tim Kaltim kepada wasit. Biaya protes sebesar Rp 10 juta ditanggung oleh tim Kaltim.
Kerjasama Antar Parasut atau yang biasa disebut Canopy Formation (CF) adalah salah satu nomor olahraga di cabor Terjun Payung. Parasut yang sudah saling mengembang, secara bergantian bertukar tempat terhubung satu sama lain.
Satu tim ada 3 orang yang terdiri dari 2 orang atlet dan 1 orang kameramen. Ketinggian pesawat 9 ribu kaki atau sekitar 3 kilometer.
Para atlet begitu keluar dari pesawat segera mengembangkan parasutnya dan segera membentuk formasi. Dalam kondisi parasut turun mereka memanfaatkan waktu yang ada dari ketinggian 9 ribu kaki sampai ketinggian 2 ribu kaki.
Kameramen merekam kedua rekannya yang membuat formasi. Hasil rekaman video ini yang nantinya diserahkan ke wasit untuk dilakukan penilaian.
2 orang atlet tugasnya memanfaatkan waktu yang tersedia untuk membuat formasi. Bergandengan dan saling berganti tempat dengan parasut yang sudah mengembang.
Penilaian dihitung dari banyaknya membuat formasi. Lomba ini dilakukan sampai 8 babak. Juaranya adalah jumlah terbanyak formasi yang di dapat dalam 8 babak.***
Artikel Terkait
Menpora Amali Salut Para Atlet PON XX Papua Mampu Pecahkan Rekor di Tengah Pandemi
Kontingen DIY Peroleh Medali Emas Lagi di PON XX Papua 2021, Lewat Cabor Terjun Payung
Lampung Rebut 5 Medali Emas Cabor Senam PON XX Papua, Bonus Besar Menanti di Daerah ...
Medali Emas Terjun Payung Ketepatan Mendarat Putra dan Putri, diraih Jawa Tengah dan Kontingen Tuan Rumah
Atlet Terjun Payung Papua Raih Medali Emas di Nomor Kerjasama