Tribun Stadion Hillsborough gagal menampung puluhan ribu suporter Liverpool yang datang melebihi batas kapasitas.
Karena antusias suporter Liverpool hingga melebihi kapasitas. Akibatnya 96 orang meninggal dunia dan 776 orang luka-luka.
Insiden itu memunculkan beragam aturan ketat soal pengendalian massa serta dihilangkannya tribune berdiri di stadion-stadion di seantero Inggris.
#Tragedi Accra
Insiden yang terjadi di Stadion Accra, Ghana, pada 2001. Pertemuan antara dua klub papan atas di negara tersebut, Heart of Oak vs Kotoko, diwarnai insiden berdarah.
Saat itu, digelar laga yang mempertemukan Hearts of Oak dan Asante Kotoko. Sebanyak 126 orang meningggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Accra Sports, Stadium, Ghana.
Baca Juga: Tragedi Sepak Bola di Malang, IPW: Cabut Ijin Kompetisi Seluruh Liga, Copot Kapolres Malang!
Kerusuhan direspon oleh polisi dengan tembakan gas air mata, Akibatnya, sebanyak 70.000 penonton yang berada di tribun stadion mencari jalan keluar stadion.
Hingga akhirnya mengakibatkan banyak suporter yang berdesak-desakan terinjak-injak. Sebanyak 126 orang meninggal dunia.
Akibatnya sepakbola Ghana harus dihentikan selama satu bulan penuh. Selain itu, pemilik klub yang terlibat dalam pertandingan tersebut juga memberikan bantuan kepada korban tewas.
Baca Juga: Tim investigasi PSSI akan segera ke Malang. Arema dilarang jadi tuan rumah sisa kompetisi
# Kerusuhan Luzhniki (20 Oktober 1982)
Ada 66 suporter Spartak Moscow yang meninggal dunia. Saat pertandingan Piala UEFA antara Spartak Moscow vs HFC Harleem.
Korban yang tewas dalam kejadian kerusuhan tersebut rata-rata masih berusia remaja. Mereka tewas setelah terinjak-injak oleh suporter yang lain.
Pemilik Stadion Victor Kokryshev dan manejer stasion Yuri Panchikhin ditahan oleh pihak berwajib. Wakil Direktur Lyzhin dan kepala polisi Mayor Koryagin juga didakwa bersalah.
Baca Juga: Manajemen Arema akan beri santunan dan bentuk Crisis Center