TITIKTEMU.CO, Mimika - Kontingen DKI Jakarta meraih medali emas Nomor Ketepatan Mendarat Beregu Putra cabang olahraga Terjun Payung di PON XX Papua 2021.
Sedangkan medali perak diraih oleh Kontingen Papua dan medali perunggu diraih oleh Kontingen Jateng.
Tim Ketepatan Mendarat Beregu Putra DKI diperkuat oleh Suradi, Setyo Haryosono, M. Ibrahim dan Wardani. Mereka memperoleh nilai total 160. Sedangkan Tim Papua nilai total 166 dan Tim Jateng nilai total 187.
Tim Ketepatan Mendarat Beregu Putra Papua diperkuat oleh Margono, Supriyo, Erpintono dan Wahyudi.
Tim Ketepatan Mendarat Beregu Putra Jateng diperkuat oleh Petrus Riyadi, Fatoni, Sutrisna dan Siswo Wibowo.
Agus Riyanto, supervisor lomba Terjun Payung ketika dihubungi TITIKTEMU.CO lewat ponsel, Kamis (14/10) mengatakan Lomba dilakukan dalam 8 Babak. Pesawat yang digunakan adalah CN295 dengan ketinggian 3500 kaki.
Parasut yang dipakai adalah jenis Accuracy Landing yang geraknya lambat. Merknya bermacam-macam yang jelas geraknya lebih halus daripada parasut high performance dan harganya lebih mahal.
Atlet diwajibkan memakai helm dan otomat atau Automatic Activation Device (AAD). Fungsi helm jelas untuk melindungi kepala.
Sedangkan AAD membantu apabila peterjun mengalami masalah dalam melayang yang mengakibatkan sulit untuk membuka parasut utama, maka AAD secara otomatis akan membantu membuka parasut cadangan. Sebelum terbang AAD wajib dihidupkan dan disesuaikan dengan ketinggian.
Terjun Payung Ketepatan Mendarat sangat bergantung dengan cuaca. Terutama kondisi angin. Apabila angin kencang maka tidak layak untuk dilombakan.
Hal ini bisa dilihat dengan alat Windmeter. Apabila Windmeter menunjukkan kecepatan angin lebih dari 14 knot dalam durasi yang lama, maka lomba ditunda atau dihentikan.
Awan yang tebal juga menjadi kendala lomba. Apalagi terjadi hujan, jelas lomba akan ditunda. Awan yang tebal mengganggu pandangan spotter untuk melihat sasaran di bawah.
Atlet dilengkapi dengan parasut cadangan yang berada menyatu dengan parasut utama dalam satu tas (container) yang lokasinya sebelah atas parasut utama.
Apabila terjadi emergency atau situasi darurat, misalnya parasut utama bermasalah maka parasut cadangan segera dibuka. Tentunya dengan teknik yang sudah dikuasai para atlet.
Olahraga Terjun Payung masih kurang populer di kalangan masyarakat. Kebanyakan atlet berasal dari militer. Padahal olahraga ini terbuka untuk siapa saja. Bahkan ada pendidikan dasar Terjun Payung untuk umum.***