“Angka 11 itu sangat simbolik dalam sepak bola. Kini ASEAN menjadi satu tim lengkap, siap bermain sebagai satu kesatuan,” kata Infantino.
Pernyataan itu menegaskan bahwa FIFA ASEAN Cup bukan hanya kompetisi, tetapi juga simbol persatuan regional dalam olahraga.
Baca Juga: Momen Hangat di ASEAN: Sentuhan Kemanusiaan Prabowo yang Mencuri Perhatian Dunia
Fondasi Turnamen: 3 Prinsip FIFA untuk ASEAN
Dalam peluncurannya, FIFA menegaskan bahwa turnamen ini dibangun di atas tiga prinsip utama:
1. Integritas kompetisi
2. Keamanan dan keberlangsungan ekosistem sepak bola
3. Pendidikan melalui olahraga
Infantino menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana membangun karakter dan masa depan generasi muda:
“Kami ingin memastikan sepak bola berkembang dalam lingkungan yang aman dan menjadi alat pendidikan bagi pemuda di kawasan ini,” jelasnya.
Dibandingkan AFF Cup: Naik Level atau Tumpang Tindih?
Namun, kehadiran turnamen baru ini memunculkan satu pertanyaan besar: Apa kabar AFF Cup?
Sejak 1996, AFF Cup telah menjadi turnamen kebanggaan Asia Tenggara.
Namun, FIFA ASEAN Cup hadir dengan level kompetisi lebih tinggi dan berada langsung di bawah naungan FIFA. Artinya, peluang sponsor, siaran internasional, dan eksposur globalnya jauh lebih besar.
Meski begitu, banyak yang menilai AFF Cup tetap memiliki nilai historis dan emosional: