TITIKTEMU.CO - Sepak bola secara rutin menyajikan gol-gol luar biasa dan hasil-hasil menakjubkan, namun juga memberi kita momen-momen emosional yang tak terhapuskan.
Pertandingan pembuka Grup C Denmark vs. Slovenia, yang berakhir imbang 1-1, berlangsung biasa saja. Namun gol Christian Eriksen di babak pertama, yang terjadi 1.100 hari setelah ia mengalami serangan jantung, membuat kita tidak akan pernah melupakannya.
Baca Juga: EURO 2024: Weghorst menyelamatkan Belanda. Tim Oranye Ungguli Polandia
Terakhir Eriksen mengenakan seragam Denmark di Euro adalah saat melawan Finlandia di Stadion Parken di Kopenhagen pada tahun 2021. Pada menit ke-42, sang gelandang terjatuh di pinggir lapangan saat ia bersiap untuk melakukan lemparan ke dalam, dan rekan setimnya Simon Kjaer melakukan tembakan pertama.
Bantuan dilakukan sebelum defibrillator digunakan untuk menyadarkannya. Dokter tim Denmark, Morten Boesen, kemudian mengakui bahwa Eriksen “hilang” di lapangan, dan pemain tersebut mengungkapkan bahwa dia telah “mati selama lima menit.”
Insiden tersebut membuat karier Eriksen diragukan karena, hanya beberapa hari kemudian, ia dipasangi alat pemicu jantung yang akhirnya memaksanya meninggalkan klubnya, Inter Milan, karena peraturan Serie A yang melarang pemain bermain dengan implan tersebut.
Setelah kembali secara emosional ke klub sepak bola bersama Brentford dan kemudian Manchester United, Eriksen kembali ke tim nasional pada tahun 2022, memainkan setiap pertandingan Piala Dunia di Qatar, dan menjadi faktor utama dalam perjalanan mereka menuju Euro 2024, tepatnya pada hari Minggu di Stuttgart.
Golnya sendiri sederhana, karena lemparan ke dalam yang tidak berbahaya di sisi kanan dilakukan Jonas Wind. Pemain berusia 32 tahun itu menguasai bola dengan dada sebelum melepaskan tendangan voli melintasi Jan Oblak dan bergegas merayakannya di depan para penggemar Denmark.
Pertandingan berakhir dengan cara yang biasa-biasa saja. Slovenia tampil lincah (khususnya Benjamin Sesko di depan dan Jaka Bijol di belakang), sementara Denmark terlihat lesu sepanjang pertandingan, akhirnya kehilangan dominasi mereka dan kebobolan gol penyeimbang di menit-menit akhir ketika bek kiri berusia 30 tahun Erik Janza melepaskan tembakan melewati Kasper Schmeichel.***
Artikel Terkait
MANTAP, Indonesia Tuan Rumah Babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
EURO 2024: Italia Dikejutkan Oleh Gol Cepat Albania, Sebelum Mampu Meraih Kemenangan
EURO 2024: Spanyol Tunjukkan Potensi Juara, Setelah Kalahkan Kroasia Tiga Gol Tanpa Balas
EURO 2024: Kemenangan Telak Jerman Atas Skotlandia, Menjadikan Tuan Rumah Favorit Juara
Lamine Yamal Pemain Termuda di Kejuaraan Eropa Euro 2024
EURO 2024: Berlangsung 51 Pertandingan Hingga Partai Final. Berikut Jadwal Lengkap Siaran Langsung Piala Eropa
EURO 2024: Weghorst menyelamatkan Belanda. Tim Oranye Ungguli Polandia