TITIKTEMU.CO
JAKARTA - Temuan beras busuk dan menggumpal di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, hingga saat ini belum ada kejelasan apa penyebab dan siapa yang bertanggungjawab. Pihak Bulog juga belum menyampaikan informasi hasil pemeriksaan internal ke publik.
Koordinator Provinsi Lingkar Wajah Kemanusian (LAWAN Institute), Holik Ferdiansyah menjelaskan, pihaknya menduga Kepala Cabang Bulog Wilayah Surabaya Utara yang juga membawahi wilayah Sidoarjo, Nur Juliansyah, menginvestigasi internal tidak melibatkan pihak luar seperti pihak kepolisian dan masyarakat agar bisa menutupi hasilnya.
"Ini mencurigakan! Dirut Bulog Budi Waseso harus turun tangan! Harusnya Nur Juliansyah melibatkan kepolisian dan masyarakat terkait beras busuk dan menggumpal. Bulog jangan mempermainkan masyarakat dengan kalimat investigasi internal," Kata Holik dalam rilis yang diterima TITIKTEMU.CO (18/8/2021).
Selaku pimpinan LAWAN Institute di Jawa Timur, jelas Holik, pihaknya bakal menginvestigasi mandiri terkait monopoli pihak bulog yang nyatanya investigasi internal dari bulog sampai saat ini belum jelas informasinya.
"Kami mencium gelagat tidak baik dari pihak bulog, apalagi investigasi yang dilakukan sama sekali tidak melibatkan pihak luar. Ini ada permainan untuk menutup-nutupi masalah," ujarnya.
Guna membuat masalah jadi terang, beber Holik, pihaknya sudah berkonsolidasi dengan sejumlah pihak untuk mencari bukti kesengajaan Bulog Wilayah dalam pemberian bansos beras busuk dan berkutu di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
"Pokoknya Nur Juliansyah selaku kepala cabang Bulog harus diperiksa. Polda Jatim harus turun tangan! Masa sulit seperti sekarang ini jangan ada pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk cari keuntungan pribadi," tutupnya. (agh)***