IN MEMORIAM TJAHJO KUMOLO(1): Politisi yang Loyal pada Megawati, Tak Bermanuver di PDIP

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Jumat, 1 Juli 2022 | 15:45 WIB
Menpan RB Tjahjo Kumolo berpulang ke rahmatullah siang tadi (pic/tangkapan layar ig)
Menpan RB Tjahjo Kumolo berpulang ke rahmatullah siang tadi (pic/tangkapan layar ig)

Dalam buku tersebut, katanya, berisi berbagai kisah perjuangan dan perjalanan hidup para tokoh asal Jawa Tengah, atau yang banyak mengabdi di provinsi ini. Mulai dari merintis karier hingga menjadi tokoh yang berhasil. Baik di bidang politik, binis, pendidikan, kesenian, dan sebagainya.

“Generasi muda bisa membaca, untuk mencapai cita cita itu membutuhkanperjuangan, kerja keras, tidak pantang menyerah, “ katanya. Dia menyarankan, agar tim penulis buku ini, tidak hanya berhenti di Jawa Tengah, namun juga di kembangkan di seluruh Indonesia.

“Indonesia ini luas, generasi mudanya butuh sosok yang bisa menjadi teladan mereka,” katanya.

Baca Juga: Presiden Putin Beri Jaminan Keamanan Pasokan Pangan dan Pupuk dari Ukraina maupun Rusia

Tetap Bersahabat

Tjahjo Kumolo ternyata bersahabat dengan Bambang Sadono, penulis buku tersebut, sejak masih jadi mahasiswa Fakultas Hukum Undip. Bahkan bersama-sama merintis Penerbit Citra Almamater di tahun 1980-an.

Waktu itu Bambang Sadono menjadi wartawan Suara Merdeka, dan Tjahjo Kumolo merintis karir politik mulai dari KNPI, sampai akhirnya jadi anggota DPR RI. “Kami ini dahulu sama-sama di Partai Golkar, berjuang bersama, karena perbedaan pendapat di partai waktu itu, Pak Bambang terus di Golkar, dan saya pindah ke PDI Perjuangan,” katanya.

Tetapi persahabatan tidak pernah putus. “Sayang saat Mas Bambang nyalon Gubernur Jawa Tengah tahun 2008, saya tidak bisa bantu karena garis partainya beda,” katanya.

Baca Juga: Gelar Perkara Hadirkan Pembunuh Pria yang Mayatnya Ditemukan di Kali Pesanggrahan Jakarta Selatan

Dari Golkar ke PDIP

TK memulai karier politiknya sebagai anggota DPR dari Golongan Karya (Golkar) pada kurun 1987-1992. Tjahjo tercatat sebagai salah satu pengurus DPP Golkar pada tahun 1998. Selama di DPR mewakili Golkar, Tjahjo terlibat aktif dalam berbagai panitia khusus yang menangani suatu isu.

Di antaranya dia tercatat sebagai anggota BKSAP Komisi II dari Fraksi Golkar (1992), anggota Pansus RUU Dati II dari Fraksi Golkar (1994), anggota Pansus Cukai Pabean dari Fraksi Golkar (1995), dan anggota Pansus Psikotropika Narkotika dari Fraksi Golkar (1997).

Pada periode 1999-2004 dia maju sebagai anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Selama berkarir di PDIP, Tjahjo mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam posisi strategis, di antaranya anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP, Ketua dari Fraksi PDIP (2003-2009), Anggota BKSAP dari Fraksi PDIP (2005). Dan menjadi anggota DPR dari PDIP selama dua periode  2009-2014 dan 2014-2019.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Syarat Hewat Kurban Menurut Syariat Islam

Tjahjo dinilai sebagai salah-satu kader terbaik PDIP yang begitu loyal kepada Megawati Soekarnoputri. Tak heran, jika TK diganjar sebagai Sekjen PDIP. Saya melihat TK bukan sosok politisi yang suka bermanuver atau bermuka dua di PDIP. Beliau sosok yang tegak lurus denagn komando Megawati Soekarnoputri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X