Apakah Pasien Kanker Payudara Boleh Divaksin Covid-19? Ini Kata Dokter

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 13:32 WIB
Ilustrasi Pasien Kanker Payudara Disuntik Vaksin Covid-19 (Pixabay)
Ilustrasi Pasien Kanker Payudara Disuntik Vaksin Covid-19 (Pixabay)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Hingga saat ini tidak ada larangan bagi pasien kanker, termasuk kanker payudara, menerima suntikan vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi dari Universitas Indonesia, dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM.

"Sebetulnya, saat ini pasien kanker tidak dilarang untuk diberikan vaksin," kata Jeffry yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dalam diskusi virtual, Sabtu (2/10/2021), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: PON XX Papua 2021 Diharapkan Berpengaruh Terhadap Peningkatan Perekonomian Non-Tambang di Papua

PAPDI sebelumnya memberikan rekomendasinya terkait vaksin Covid-19 pada pasien kanker. Menurut PAPDI, mereka yang berusia 18-59 tahun dengan kanker solid pada dasarnya layak mendapatkan vaksin, namun perlu ditentukan dokter ahli.

Pasien berusia di atas 60 tahun juga layak diberi vaksin CCovid-19 bila memenuhi rekomendasi umum.

Hal ini mengingat kondisi setiap pasien berbeda, sehingga konsultasi dengan dokter yang merawat menjadi anjuran sebelum memutuskan menerima vaksin.

Baca Juga: Kontingen DKI Jakarta Raih Medali Emas PON XX Papua dari Senam Artistik Beregu Putri

Terkait keefektifan vaksin pada pasien kanker, penelitian baru akan dilakukan di Indonesia pada Januari mendatang. Jeffry mengatakan, penelitian ini akan berfokus pada efektivitas vaksin pada pasien dengan komorbid, salah satunya pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Sebelumnya, sebuah studi di University of Arizona Health Sciences menemukan, pasien yang menjalani kemoterapi memiliki respons imun yang lebih rendah terhadap dua dosis vaksin Covid-19, tetapi dosis ketiga meningkatkan respons.

Studi yang dilakukan kepala onkologi medis gastrointestinal di UArizona Cancer Center, Rachna Shroff, MD, MS, dan timnya yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine itu melibatkan pengamatan terhadap 53 pasien kanker yang menjalani pengobatan seperti kemoterapi.

Baca Juga: Diserang Babi Hutan saat Jalan-jalan Bareng Anak, Ini Kata Shakira

Mereka juga membandingkan respons imun setelah dosis pertama dan kedua vaksin Pfizer-BioNTech pada 50 orang dewasa yang sehat.

Hasil studi, seperti dikutip dari Medical Xpress, menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker memiliki antibodi untuk SARS-CoV-2 setelah pemberian dua dosis vaksin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X