MS Korban Bullying Dan Pelecehan Seksual Massal di KPI Pagi Ini Jalani Tes Psikis Di RS Polri

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Senin, 6 September 2021 | 07:00 WIB
Instalasi Rawat Jalan bagi pasien umum di RS Polri Kramar Jati, Jakarta. (pic. www.rumkitpolrisukanto.com)
Instalasi Rawat Jalan bagi pasien umum di RS Polri Kramar Jati, Jakarta. (pic. www.rumkitpolrisukanto.com)

 TITIKTEMU.CO

JAKARTA – Kasus perundungan (bullying) disertai pelecehan seksual secara beramai-ramai terhadap MS yang dilakukan rekan-rekannya sesama staf kantor di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat terus bergulir.

Setelah mendapat pendampingan, saat melaporkan tindakan pelecehan dan bullying yang dialami ke polisi beberapa hari yang lalu, proses hukum pun terus berlanjut.

Senin (6/9) pagi ini, MS dijawalkan akan menjalani test psikis yang akan berlangsung di RS Polri Kramat Jati Jakarta.

“Benar. Pukul 09.00 MS akan datang tes psikis,” ujar Muhammad Mualimin salah satu penasehat hukum MS dalam pesan singkatnya, Minggu malam.

Selama menjalani tes, korban MS akan didampingi Rony E. Hutahaean, kuasa hukumnya.

Mualimin menambahkan, agenda MS hari ini memang hanya test psikis saja. Apakah  ada proses lain terkait tahapan penyidikan, misalnya permintaan keterangan tambahan?

“Untuk panggilan pemeriksaan tambahan dari polisi bagi MS selaku korban, belum ada. Hari ini ya hanya test di RS Polri itu saja,” jawabnya.

Setelah kasusnya viral dan bergulir ke ranah hukum, MS juga akan terus mendapat pendampingan, termasuk pada Selasa lusa, saat korban perundungan dan pelecehan seks yang sempat mengalami trauma itu, diagendakan mendatangi kantor Komnas HAM.

Terkait kondisi kesehatan serta kejiwaan MS saat ini, penasehat hukum memastikan MS dalam kondisi baik, meskipun baru beberapa hari yang lalu, harus melewati hari yang berat paska dia memberanikan diri membuka kisah kelam yang dialaminya ke publik.

Kejadian bullying dan pelecehan seks yang dialaminya di kantor KPI  oleh rekan-rekannya sesama staf, awalnya diunggah MS melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden, sehingga viral dan akhirnya kasusnya bergulir ke ranah hukum.

“MS merasa cukup yakin, dirinya baik dan mulai stabil setelah 2 hari istirahat di rumah. Berkat tingginya dukungan netizen, MS merasa kepercayaan dirinya mulai pulih,” ujar Mualimin.

Ditambahkannya, sejak kasus MS mencuat sejumlah pihak yang prihatin dan mengkhawatirkan kondisi mental MS sempat mencoba mengulurkan bantuan pendampingan, termasuk pendampingan tenaga psikolog.

“Sudah banyak yang menawarkan pendampingan dari sisi psikologis. Tapi saudara MS secara meyakinkan menjelaskan, bahwa saat ini dirinya belum butuh itu. Alhamdulillah dan kita ucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang memberi dukungan.” tutup Mualimin. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Rekomendasi

Terkini

X