Pernah Minta Gubernur Jateng Ajukan Proposal Bantuan, Ini Kontroversi Bupati Banjarnegara sebelum Diciduk KPK

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 September 2021 | 13:58 WIB
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono ( banjarnegarakab.go.id)
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono ( banjarnegarakab.go.id)

TITIKTEMU.CO

Sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono beberapa kali membuat kontroversi. Dia menjadi sorotan karena ucapan-ucapannya yang menohok, menyerang, dan terkesan melawan Pemerintah baik provinsi maupun pusat.  

Yang terbaru adalah saat Budhi melalui video virtual salah menyebutkan nama Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi “Penjahit”. Video itu langsung viral di media sosial. Budhi Sarwono kemudian meminta maaf.

“Mohon maaf, saya kemarin menyebutkan nama Pak “Penjaitan” karena saya kurang hafal namanya panjang sekali, dan saya mohon maaf,” katanya lewat tayangan video.

Baca Juga: KPK Tahan Bupati Banjarnegara, Tuduhannya Maling Uang Rakyat Rp2,1 Miliar

Kontroversi paling ramai dilakukan pada Tahun 2019. Saat itu, dia menyinggung Gus Dur dengan menyebutnya “picek” (buta).

“Oh gini Pak Sekda, itu dinas yang lain ditutup kabeh bae. Bubarna kabeh nggo PU kabeh. Tak tandatangani saiki. Gusdur seng picek bae nutup dinas penerangan karo sosial. Apa maning wincin seng matane melek.”

Jauh sebelum itu, tepatnya Desember 2018, nama Budhi Sarwono menjadi sorotan saat mundur dari Ketua Askab PSSI Banjarnegara. Alasannya, tim sepakbola Banjarnegara, Persibara, harus menyetorkan sejumlah uang ke Asprov PSSI Jateng jika ingin menang di Liga 3 Provinsi.

Baca Juga: Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari Ikuti Rakor Virtual Yang Dibuka Jokowi

“Main kalau mau menang harus bayar Rp 100 juta. Bukti transfernya ada semua. Bahkan semakin ke sini jumlahnya terus bertambah,” kata Budhi saat itu.

Bukan asal bicara, Budhi juga menunjukkan bukti transfer dan rincian daftar pembayaran laga terakhir saat Persibara melawan Persikab Kediri. Kasus ini mengakibatkan Komisi Disiplin PSSI, ketua Asprov Jateng, dan wasit  yang saat itu terlibat digelandang ke penjara.

Bupati Banjarnegara ini juga sempat pernah berseteru dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Gara-garanya akun resmi Kabupaten Banjarnegara yang mengunggah slip gaji bupati sebesar Rp 5.961.200.

Baca Juga: Hujatan Warganet Banjiri Postingan Lawas Hasan Aminuddin dan Puput Tantri

Berdasarkan slip gaji tersebut, gaji bersih sesuai draf gaji sebesar Rp 6.114.100, namun dipotong zakat lewat BAZ sebesar Rp 152.900.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X