Prof. Mike Hardi menjelaskan, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan pengamanan pertandingan sepak bola.
"Bagaimana komunikasi dengan pihak terkait? Bagaimana mengoordinasikan tanggung jawab masing-masing pihak? Bagaimana bersama berkolaborasi mengembangkan infrastruktur dan sumber daya untuk mewujudkan sepak bola bisa dinikmati secara aman dan nyaman?" jelasnya.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Via WhatsApp Mengatasnamakan Bank. Jaga Data Pribadi
Para peserta berasal dari semua Satker, seperti Itwasum, Baintelkam, Lemdiklat, Korp Brimob, Sops, Korlantas, Divpam Ovit, Divpropam, dan Divhumas.
Peserta lainnya dari kementerian/lembaga penyelenggaraan kompetisi sepak bola seperti Kemenpora, PUPR, Kemenkes, PSSI, dan PT LIB.
Sigit menyampaikan, analisis risiko tidak hanya dilakukan oleh kepolisian saja, tetapi juga melibatkan tim dari pemangku kepentingan terkait lainnya. Sehingga dari situ kepolisian bisa menentukan bagaimana dengan kesiapan stadion untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola.
Baca Juga: Woooi! Ada Lowongan Kerja Bagi Lulusan SMA SMK Menjadi Pramugari Pramugara Lion Air. Ini Syaratnya
Kesiapan ini di antaranya bila terjadi situasi kontijensi maka penonton di dalam stadion dalam dievakuasi dalam waktu singkat.
Kemudian terkait pembagian tugas pengamanan dan pengawasan, di mana zona satu di dalam stadion merupakan bagian pengamanan dari steward,
Sedangkan kepolisian berada di luar stadion, personel dari Polri bisa masuk ke dalam stadion atas permintaan senior security officer (SSO).
Baca Juga: Mau Putar-putar Kota Malang? Tenang Malang Punya Bus Wisata Malang City Tour (Macito)
Baca Juga: Siapkan Agenda Wisata. Ini Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2023. Libur Lebaran Enam Hari
Pihak terus melakukan evaluasi dalam pengamanan disesuaikan dengan model dan kesiapan masing-masing stadion yang ada di wilayah.