TITIKTEMU.CO, CIANJUR - Jumlah korban tewas gempa Cianjur terus bertambah. Hingga Senin sore, jumlah orang yang meninggal akibat gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 sebanyak 56 orang.
Bupati Herman Suherman mengatakan sebanyak 56 orang dinyatakan meninggal. Data itu didapat Bupati Herman dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur.
""Berdasarkan data terbaru di lapangan, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 56 orang," ujar Herman saat ditemui di halaman RSUD Cianjur, Senin (21/11/2022).
Kondisi RSUD Cianjur sendiri juga penuh sesak. Pihak rumah sakit, seperti terlihat dalam postingan instagram @visitcianjur yang dipantau Titiktemu.co, harus mengeluarkan pasien-pasiennya ke halaman setelah gempa terjadi. Mereka mengkhawatirkan terjadinya gempa susulan.
Hingga Senin sore, menurut BMKG setidaknya telah terjadi 15 kali gempa susulan, dengan kekuatan bervariasi mulai dari 2-5 MMI.
Gempa di Cianjur bekekuatan Magnitudo 5,6 yang terasa luas di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Jakarta merupakan akibat aktivitas sesar Cimandiri. Gempa itu terjadi di kedalaman 10 km.
Baca Juga: Mampir nyantai istirahat di Kedai Kopi Pesona Ginteran di Jalan Sumowono-Kaloran Temanggung
Gempa terasa hingga sejumlah daerah di Jawa Barat, bahkan hingga ke Jakarta. Wilayah yang merasakan gempa antara lain Cianjur kekuatan V MMI, Garut, Sukabumi IV-V MMI, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah III MMI, Rancaekek, Tangerang Selatan, Tangerang, dan DKI Jakarta, dan Depok II-III MMI
BMKGBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, episenter gempa yang terjadi pukul 13.21 WIB ini terletak pada koordinat 6,86 LS dan 107,01 BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri," kata Daryono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan tertulisnya.***