Ditambahkan Ahmad Kemal Pahlevi, dalam regulasi VIVA disebutkan gas air mata dan senjata api dilarang digunakan untuk mengamankan massa di stadion.
Unggahan itu dikomentari netizen lainnya: Jadi siapa yg salah disini bang? Dari kalangan media, pihak supporter, tp kalo dari situasi di lapangan mungkin banyak yg bilang salah aparat karena tembakan gas air mata, jadi bikin penonton panik dan akhirnya injek2an,yg kudu dibenerin siapa
jadinya.
Netizen lain menulis: banyak pihak yang salah disini,suporter yang primitif, aparat yang menembakan gas air mata,stasiun tv yang minta tayang malem, pssi yang cuma tau politik,yang membuat kapasitas berlebihan
Akun twitter Mit Mitra menayangkan video saat kerusuan itu terjadi. Dari video itu terlihat asap tebal di tribun,karena ada tembakan gas air mata ke arah penonton. Tentu seluruh penggemar sepakbola di tanah air, sangat berduka atas tragedi ini. Semoga mereka yangmeninggal itu, mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. ***