nasional

Respon 6 pejabat korban Bjorka. Ada yang cuek, pakai nomor luar negeri, stop pakai WA sampai ajak perang

Rabu, 14 September 2022 | 08:29 WIB
Akun baru Bjorka ini akhirnya disuspend juga (pic./twitter)

Bjorka menulis dalam telegramnya, jika Muhaimin Iskandar mencari perhatian dengan menggunakan namanya untuk kampanye (pilpres) yang menurutnya menyebalkan.

Baca Juga: Bengis! Seorang Pria Mutilasi Kucing Hamil untuk Dimakan! Sadisnya lagi Aksinya Dishare ke Media Sosial

Sebelumnya beredar di twitter, kampanye Muhaimin Iskandar yang menyebutnya kandidat kuat dalam pilpres.

Cak Imin mengaku heran atas data pribadinya yang telah dibocorkan oleh hacker Bjorka. Maka ia  memutuskan tidak menggunakan aplikasi WhatsApp (WA) sementara waktu.

"Iya saya juga heran. Ini mengerikan karena WA saya mulai jam 09.00 itu, WA saya itu ratusan WA masuk, berbagai macam itu karena bocor. Di situ bahayanya," kata Cak Imin
kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Baca Juga: King Nassar Masih Nyaman Sendiri, Tapi Sudah Siapkan Rumah Mewah Untuk Calon Istri

"Karena itu, saya mengundurkan diri dari WA hari ini. Karena WA saya bocor dengan macam-macam isinya," sambungnya kepada media.

Cak Imin kemudian menepis dirinya memanfaatkan Bjorka untuk kampanye. Dirinya tidak melakukan dan tidak mengetahui hal itu. "Jangan-jangan orang yang mau menjelekkan saya juga, saya nggak tahu," jelasnya.

Cak Imin menilai pertahanan nasional saat ini sedang terganggu. Dia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kemenko Polhukam,
serta polisi bekerja sama mengatasi kebocoran data.

Baca Juga: 5 Cara Cek IMEI iPhone! IMEImu Terdaftar Kemenperin Tidak?

"Saya kira gini, ini darurat ya. Sebagai orang yang menjadi korban dibuka ini berarti pertahanan nasional kita terganggu, saya kira pemerintah apakah Kominfo atau Menko Polhukam atau kepolisian harus bahu-membahu. Ini perang ini, pasukan harus disiapkan, tempur ini, jangan leha-leha. Rakyat kita terganggu," jelasnya.

5. Anies Baswedan: NIK dan nomer teleponnya salah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons aksi peretasan Bjorka usai dirinya menjadi korban pembocoran data pribadi (doxing).

Menurut Anies, data-data pribadinya seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun nomor telepon yang dibocorkan Bjorka di akun Twitter maupun kanal Telegram salah.

"Iya, sayang, NIK-nya salah. Nomor HP-nya juga salah. Itu enggak tahu saya ngambil datanya dari mana. Kebanyakan salah itu data-datanya," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/9), kepada media.

Halaman:

Tags

Terkini