nasional

Berikut 7 Fakta Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Yang Terakhir Bikin Trenyuh

Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:11 WIB
Teks Proklamasi versi ketik, yang diketik Sayuti Melik (Dok. Arsip Nasional)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pertama kali dibacakan oleh Soekarno, pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56.

Teks proklamasi ditulis hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB. Paragraf pertama naskah diusulkan oleh Ahmad Soebardjo dan paragraf kedua usulan dari Mohammad Hatta. Kemudian naskah tersebut diketik memakai mesin tik oleh Sayuti Melik.

Isi Teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Baca Juga: 30 Twibbon HUT Kemerdekaan ke 77 RI. Siap Ramaikan Agustusan di Medsos. Cek Link dan Cara Pasangnya

Berikut 7 Fakta Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

1. Ahmad Soebardjo berusaha membebaskan Soekarno-Hatta dari sandera para Pemuda
Achmad Soebardjo, seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia - datang ke Rengasdengklok membujuk para pemuda yang dipimpin Sukarni, Chairul Saleh, dan Wikana untuk melepaskan Soekarno-Hatta yang saat itu disandera.

Para pemuda bersedia melepaskan Soekarno-Hatta dengan jaminan Proklamasi akan terjadi esok hari. Oleh karena itu, Ahmad Soebardjo pun turut membantu Soekarno-Hatta untuk merumuskan naskah proklamasi.

Baca Juga: Live Streaming Upacara Detik detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022, Ini alamat Link dan acaranya

2. Perumusan teks Proklamasi dilakukan di rumah seorang Perwira Jepang
Dari Rengasdengklok, rombongan langsung bertolak ke Jakarta menuju ke kediaman seorang perwira Jepang bernama Laksamana Tadashi Maeda. Laksamana Maeda memiliki peran yang tak kalah penting karena perumusan Proklamasi dilakukan di rumahnya.

Setibanya di sana, tuan rumah menjelaskan permasalahan dan informasi yang sebenarnya sedang terjadi.

Maeda kemudian mempersilakan ketiga tokoh itu menemui Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer) Jenderal Moichiro Yamamoto untuk membahas upaya tidak lanjut. Sayangnya Gunseikan menentang rencana itu dan rombongan kembali ke rumah Maeda untuk membuat naskah Proklamasi di sana.

Baca Juga: Ketahui 7 Makna Filosofi Logo HUT ke-77 RI 17 Agustus 2022. Ini Penjelasannya

3. Sobekan block note yang digunakan untuk menulis Teks Proklamasi
Ada tiga tokoh yang merumuskan naskah Proklamasi, yakni Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo.

Halaman:

Tags

Terkini