nasional

Menko Polhukam: Presiden Minta Kasus Brigadir J Dibuka dengan Sejujur-jujurnya, Tak Ada yang Disembunyikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:27 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan (pic/pmjnews.com)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Menko Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo terkait kasus Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Menurut dia, Kepala Negara meminta dibuka ke publik dan tak ada yang disembunyikan. "Presiden minta agar ini dibuka dengan sejujur-jujurnya. Kalau ada yang tersembunyi atau disembunyikan, nanti akan terlihat kalau ada upaya seperti itu," ungkap Mahfud kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/8/2022), seperti dilansir pmjnews.com.

Mahfud menyebut sejumlah lembaga seperti Kompolnas, LPSK, hingga Komnas HAM, juga berkoordinasi dengan dirinya terkait penanganan kasus Brigadir J. Dia juga meminta
agar masyarakat turut mengawasi.

Baca Juga: Link Download Logo Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 Dalam Berbagai Format

"Laporan ke saya itu Komnas HAM, masyarakat sipil, pengacaranya, ya LPSK, ya Kompolnas, semua lapor. Jadi saya minta masyarakat ikuti saja perkembangan ini nanti akan ada ujungnya. Saya tidak akan masuk ke substansinya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menginstruksikan kasus penembakan Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo untuk diusut tuntas.

"Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers di Pulau Rinca,
Taman Nasional Komodo yang disiarkan kanal YouTube Sekretarit Negara, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga: Patahkan Stigma Radikalisme, Film 'Pesantren' Suguhkan Nilai-Nilai Toleransi dan Kesetaraan. Tayang 4 Agustus

Menurut Jokowi, tindakan transparan tersebut penting dilakukan oleh Polri agar tidak mengundang keraguan dari masyarakat. Hal itu kerap muncul lantaran peristiwa
pembunuhan tersebut melibatkan anggota kepolisian.

"Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga," pinta
Jokowi.***

 

Tags

Terkini