TITIKTEMU.CO – Habib Rizieq Shibab keluar dari penjara. Namun belum lama ini viral di media sosial sebuah pesan Whatsapp yang mengajak membunuh ulama itu, karena berstatus teroris.
Pesan itu berasal dari nomor +62812-2540-9177. Nomor Whatsapp itu memasang foto Kiai Haji Anasom dan istrinya. Anasom adalah ketua PCNU Kota Semarang dan Ketua Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah.
Status itu juga viral di lini masa Twitter. Akun @DjoysSjp termasuk yang mengunggah tangkapan layar ajakan membunuh HRS yang baru keluar dari penjara tersebut. Karena terlanjur viral, Anasom pun perlu membuat klarifikasi.
Baca Juga: Resmi Bergabung dengan Manchester United, Lisandro Martinez Bertekad Pulihkan Kejayaan Setan Merah
Video klarifikasi tersebut, salah satunya diunggah akun @AevSaefudin30. Menurut dia, isi pesan provokatif kepada HRS bukan dilakukannya. Hal itu lantaran ponsel miliknya dan keluarga berbarengan diretas orang tidak dikenal.
Dari internal NU Kota Semarang juga mengabarkan, Ketua PCNU Kota Semarang H Anasom dan istrinya, Nyai Hj Alif Wahdah, dan putranya, Jauhas Anas, telah menjadi korban peretasan ponsel.
Nomor HP ketiganya, telah diambil alih orang jahat dan digunakan untuk berbuat jahat. Kini H Anasom maupun istrinya telah menerima ancaman, hinaan dan perundungan. Sedangkan anaknya digeruduk para driver ojek yang merasa dipesan makanan hingga jutaan rupiah.
Baca Juga: Mulai Tahun Ini Kiswah Penutup Kabah Akan Diganti Setiap 1 Muharram
Semua nomor-nomor yang pernah dihubungi Anasom juga telah menerima teror berupa ancaman. Termasuk pengurus Ansor, pengurus Pagar Nusa dan para pengurus lembaga NU.
Seluruh kader dan para anggota PC NU Kota Semarang diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Karena ancamannya tidak main-main, mau membunuh atau mencelakai.
Dan ini contoh ancaman yang dikirim ke nomor pengurus Ansor dan Pagar Nusa Kota Semarang:
[26/7 12.17] +62 815-2099-2590: Siang mas. Semarang mung sak kepel (sempit).
Insya Alloh gampang tur banget goleki sampeyan. Ditenggo njih mas. (Insya Alloh gampang sekali menacari dirimu. Ditunggu ya mas).
Kita tentu berharap para aparat yang berwenang bisa segera mengusut peretasan ponsel milik keluarga KH Anasom itu. ***