TITIKTEMU.CO, MAKKAH – Dalam pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) dibutuhkan kesiapan fisik yang kuat, mengingat cuaca di Arab Saudi sangat panas, karenanya tubuh membutuhkan istirahat yang cukup untuk persiapan menjelang puncak haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana di Makkah meminta jamaah haji Indonesia untuk beristirahat di hotel selama 3 hari jelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
"Paling tidak 3 hari jelang Armuzna perbanyak istirahat di hotel," kata Budi Sylvana di Makkah, Rabu (29/6/2022).
Baca Juga: Beda dengan Muhammadiyah, Kemenag Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Jatuh Pada Minggu, 10 Juli 2022
Budi mengingatkan seluruh jamaah karena udara sangat panas untuk banyak minum, jangan takut beser, perbanyak minum jangan tunggu haus gunakan alat pelindung, payung, pelembab agar terjaga, pakai kacamata biar mata tetap sehat.
Dia juga meminta kepada seluruh jamaah haji yang mempunyai komorbid untuk memberitahu kepada petugas haji. Hal ini untuk memudahkan para petugas memantau langsung kondisi jamaah.
"Paling penting bagi jamaah punya komorbid, kasih tahu petugasnya dan jangan lupa minum obat jangan sampai lalai, terutama jantung," tukasnya.
Sementara itu total jamaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah suci sampai Rabu (29/6/2022) mencapai 16 orang.
Informasi terbaru ada dua jamaah haji meninggal dunia pada Rabu waktu Arab Saudi (WAS) setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan.
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, M Imran Saleh menjelaskan sebelum meninggal jamaah sempat dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
"Ya, karena penyakit jantung. Sebelumnya sempat di rawat di sini" kata Imran di KKHI Makkah, Rabu (29/6/2022).
Kedua jamaah haji yang meninggal dunia atas nama Norlius Ilyas Intan Kayo dari kloter 7 Embarkasi Batam (BTH 7) dan Anta Misda Jiam dari kloter 11 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS)