TITIKTEMU.CO SURAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara khusus Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) diminta wakil rakyat betul-betul dapat memastikan setiap penumpang transportasi darat mendapatkan kenyamanan serta keamanan pada saat perjalanan mudik Lebaran tahun 2022.
Permintaan itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI Sudjadi usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka meninjau persiapan sarana prasarana transportasi arus mudik Lebaran tahun 2022 ke Terminal Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah.
Baca Juga: MUDIK: Menteri Basuki Pastikan Kesiapan Ruas dan Marka Jalan Nasional untuk Arus Lebaran 2022
“Jumlah pemudik tahun ini akan mengalami lonjakan pesat,” ujar Sudjadi seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman DPR RI, Sabtu (9/4).
Tim Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI meninjau Bandara Adisumarmo dan Stasiun Balapan Solo dengan didampingi pejabat Ditjen Hubdat Kemenhub dan Ditjen Bina Marga PUPR.
Baca Juga: MUDIK: Kick Off Satgas Jasa Marga Pastikan Kesiapan Layanan Transportasi Lebaran 1443 H
“Berdasarkan survei potensi pergerakan pada angkutan 2022, jumlah pemudik akan mengalami kenaikan usai dua tahun tertunda mudik efek pandemi Covid-19. Apalagi saat ini pemerintah sudah menghapus syarat tes antigen atau PCR bagi pelaku perjalanan. Maka, Kemenhub wajib memastika penumpang harus mendapatkan kenyamanan serta keamanan pada saat perjalanan mudik mendatang," ujar Sudjadi.
Tak hanya itu, politisi PDI-Perjuangan tersebut mengingatkan harus ada peningkatan sinergitas kerja sama yang baik antar berbagai stakeholder terkait.
Di antaranya, tandas Sudjadi, kerja sama antara Dishub dengan pihak pengelola terminal dan Kereta Api Indonesia (KAI) dalam mengatur pergerakan antisipasi lonjakan pemudik di terminal dan stasiun khususnya di Stasiun Balapan Solo dan Terminal Tirtonadi.
Di sisi lain, Sudjadi juga mendorong Kemenhub menjamin adanya ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana di setiap titik terminal maupun stasiun seperti pos vaksin booster dan pos layanan mudik lainnya.
"Infrastruktur seperti jalan yang dilalui pemudik juga harus diperbaiki. Jalan tol, jalan nasional ini harus diimplementasikan sebagaimana semboyan Menteri PUPR 'sapu lubang rame-rame',” tambah legislator dapil Jateng V itu.
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Marta Hardisarwono menjelskan, dari survei yang dilakukan 9 hingga 21 Maret itu, potensi pergerakan pemudik secara nasional menjadi 29,4 persen atau sebanyak 79,4 juta orang.