TITIKTEMU.CO, Jakarta – Kado manis akan mewarnai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 77 pada 17 Agustus 2022 nanti.
Tepat pada hari itu, kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek (Jakarta – Bogor – Depok – Bekasi) mulai beroperasi.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan, LRT Jabodebek bakal beroperasi setiap hari mulai pukul 5.45 WIB hingga 23.00 WIB.
Lantas, apa bedanya dengan kereta Commuter Line (CL) atau Kereta Rel Listrik (KRL) yang sudah beroperasi terlebih dahulu?
Bedanya, LRT akan dioperasikan secara otomatis alias tanpa adanya seorang masinis.
Menurut VP Public Relation PT. KAI, Joni Martinus, LRT Jabodebek dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.
Baca Juga: Weeew Malaysia Akan Buka Penuh Perbatasan Untuk Semua Negara. Tanpa Perlu Karantina Wajib!
Sistem CBTC adalah pengoperasian kereta berbasis komunikasi.
Dengan cara ini, sistem dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis serta disupervisi (juga secara otomatis) dari pusat kendali operasi.
“Adapun Grade of Automation level 3 (GoA 3) adalah tingkat otomasi operasional kereta, dimana pengoperasian dilakukan secara otomatis tanpa masinis, namun mensyarakan masih adanyha petugas operasional di dalam kereta, untuk penanganan kondisi darurat dan pelayanan kepada pelanggan. Petugas ini disebut Train Attendent (TA)”, ujar Joni.
Baca Juga: INFO LOKER: Tersedia Lowongan Kerja di Kimia Farma Diagnostika bagi Sarjana untuk Wilayah Jakarta
Bila terjadi gangguan sarana atau prasarana, petugas TA akan mengambil alih pengoperasian kereta secara manual dengan kecepatan terbatas.
Joni menambahkan, LRT Jabodebek akan beroperasi mengikuti jadwal yang telah diunggah ke sistem persinyalan di pusat kendali operasi atau Operation Control Center (OCC).
Seluruh operasional LRT Jabodebek, kemudian berjalan secara otomatis dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.