nasional

Desember, Gede-gedene Sumber, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Banjir dan Longsor

Rabu, 22 Desember 2021 | 05:30 WIB
Kepala Pusat Studi Bencana LPPM UNS Surakarta, Prof. Dr. Chatarina Muryani, M.Siingatkan potensi bencana pada musim hujan (uns.ac.id)

Baca Juga: Walikota Gibran Resmikan Pasar Senggol Purwosari, Awas…..Jangan Asal Senggolan Saat Belanja…

“Longsor dan banjir itu, kita menamakan bencana hidrometeorologi. Itu memang sering terjadi terutama karena dampak dari ulah manusia, seperti penggundulan hutan, pengolahan tanah di lereng-lereng bukit yang tidak bijak, dan juga disebabkan curah hujan di atas normal di masa seperti sekarang ini,” kata Chatarina.

Kerusakan alam yang disebabkan ulah manusia akan memperparah bencana meteorologi.

Salah satu contohnya yaitu banjir, yang kini mendominasi bencana yang sering terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Dear Milenial, Ini Beda antara Espresso, Americano, dan Long Black

Selain faktor curah hujan tinggi, kurangnya pepohonan yang menyerap air hujan di daerah hulu, mengakibatkan air hujan tersebut menjadi air permukaan dan mengirimkannya sebagai banjir di daerah hilir.

Karena itu, Chatarina mengimbau kepada masyarakat, untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

Caranya, dengan tidak merusak lingkungan dan mengeksploitasi alam terlalu banyak.

Baca Juga: Penuh Cinta, Ini Kumpulan Quote, Doa, dan Ucapan Selamat Hari Ibu

Jika masyarakat dan pemerintah berkomitmen untuk lebih peduli lingkungan, bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir, dapat lebih dikendalikan.

“Dengan kondisi hutan yang semakin tipis dan kondisi tanah-tanah di lereng yang labil, potensi longsor akan semakin besar. Kemudian, tanah di hulu tidak bisa menyerap air sehingga sebagian besar air, akan menjadi aliran permukaan dan di daerah hilirnya itu akan banjir. Itu seperti hukum alam, atas longsor dan di bawah banjir. Kalau manusia tidak care terhadap alam, yaitu yang terjadi,” papar Guru Besar Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi UNS tersebut.

Baca Juga: Ini Dia 7 Coworking Space di Jogja yang Asyik Buat Kerja dan Nugas

Masyarakat di daerah rawan bencana diharapkan siap siaga dan mengikuti imbauan pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, terkait informasi potensi bencana.

Tak hanya itu, pemerintah juga diharapkan dapat memberikan sosialisasi lebih tentang kesiapsiagaan bencana serta mitigasi bencana hidrometeorologi. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini