nasional

Pesawat Amphibi Buatan Indonesia Siap Menjelajah Nusantara

Senin, 13 Desember 2021 | 18:00 WIB
Prototipe Pesawat N219 Amphibi yang sedang dikembangkan PTDI (dessalorroydefensa.blogspot)

Take-off untuk ketinggian 35 kaki dari darat membutuhkan jarak 500 meter, sedangkan dari air, ia membutuhkan jarak hingga 1.400 meter. Kemudian untuk landing dari ketinggian 50 kaki, ia membutuhkan jarak 590 meter untuk di darat, dan 760 meter untuk di laut.

Maximum take-off weight pesawat ini mencapai 7.030 kg dengan maximum landing weight 6.940 kg, dengan total kapasitas bahan bakar 1.600 kg,” kata Batara.

Dalam menyempurnakan pesawat ini, berbagai kementerian/lembaga turut andil dengan berkolaborasi. Kementerian Perhubungan, LAPAN, BPPT, dan PTDI bahu-membahu memaksimalkan pengembangan pesawat ini.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam pengembangan pesawat N219 Amphibi ini khususnya soal penganggaran.

Dalam perencanaan pengembangan hingga 2024, anggaran tersebut dialokasikan melalui LAPAN dan BPPT. Tetapi dengan adanya perubahan organisasi, LAPAN dan BPPT masuk ke dalam organisasi BRIN, mempengaruhi perencanaan pengembangan yang sudah ditetapkan hingga 2024. Permasalahan lain seperti tingkat korosif yang tinggi karena mendarat di laut.

Kemenko Marinves meminta PT DI menginventarisasikan berbagai problematika yang ada. “Kami harap nantinya ada pertemuan lanjut antara PT DI dan berbagai pihak, baik dengan BRIN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN,” ungkap Firdausi Manti Asdep Industri Maritim dan Transportasi.

Pesawat N219 Amfibi yang masuk dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN) ini dirancang bisa mendarat di air, sekaligus untuk mendukung wisata maritim. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis pada Agustus lalu menjelaskan, target PRN N219A menunjukkan perkembangan produk inovasi sarana pesawat terbang, sebagai salah satu usaha mencapai target RIPNAS 2030.

Pesawat udara tersebut berukuran kecil menengah dengan penumpang 10-20 orang. Pengerjaan pesawat N319A dilakukan oleh konsorsium PRN. Pesawat N219A merupakan wahana pesawat yang menggunakan floater (sepasang kaki pelampung) di sebelah kiri dan kanan yang diletakkan di bawah badan pesawat sebagai pengganti roda pendarat. Sehingga dapat melakukan lepas landas (takeoff) dan mendarat (landing) di atas permukaan air.

Pengembangan produk inovasi floater ini dimulai dari desain dan pengembangan floater dilanjutkan dengan pengujian dan integrasi floater ke pesawat N219 yang telah mendapat type certificate (TC) dari Kemenhub.

Pesawat amphibi merupakan wahana yang memiliki karakteristik unik dibandingkan pesawat konvensional/landplane. Wahana ini beroperasi di tiga matra yaitu darat, laut, dan udara.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini