Sementara itu, BMKG Pusat memprediksi fenomena La Nina akan terjadi pada akhir tahun 2021.
Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, La Nina akan mengancam ketahanan pangan. Dua sektor yang dinilai bakal sangat terdampak adalah sektor pertanian dan perikanan.
Baca Juga: Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru 46 Orang, 9 Warga Masih Dicari
Oleh karena itulah, kata Dwikorita, pemerintah harus memberi perhatian lebih pada dua sektor tersebut.
"Dampaknya akan mengancam ketahanan pangan, karena berpotensi merusak tanaman akibat banjir, hama dan penyakit tanaman. Selain itu, mengurangi kualitas produk karena tingginya kadar air," jelas Dwikorita dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Pada sektor perikanan, pasokan ikan diprediksi akan berkurang drastis, karena para nelayan tidak bisa melaut.
Baca Juga: Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai 24 Desember, Ini Syaratnya
“Kalaupun dipaksakan melaut, maka hasil tangkapannya juga tidak akan maksimal akibat tingginya gelombang. Kondisi ini juga akan mempengaruhi hasil laut di pasaran yang cenderung mahal”, jelas Dwikorita.
Mantan rektor UGM ini menambahkan, La Nina merupakan fenomena mendinginnya Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, hingga melewati batas normalnya.
Kondisi tersebut mempengaruhi sirkulasi udara global, yang mengakibatkan udara lembab mengalir lebih kuat dari Samudra Pasifik ke arah Indonesia.
Baca Juga: Libur Nataru Masih PPKM Level 2, Obyek Wisata di Batang Batasi 50% Pengunjung
Akibatnya, di wilayah Indonesia banyak terbentuk awan. Keadaan ini, diperkirakan bisa meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah tanah air.
Dwikorita menambahkan, BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terhadap ancaman datangnya La Nina jelang akhir tahun ini.
Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina.
Baca Juga: Bobol Gawang Udinese, Zlatan Ibrahimovic Catatkan 300 Gol di Lima Liga Utama Eropa