TITIKTEMU.CO, LUMAJANG – Tim evakuasi menemukan empat korban meninggal dunia pasa erupsi Gunung Semeru, Rabu (8/12/2021).
Dari temuan tersebut, total jumlah korban meninggal dunia sampai hari kelima pencarian menjadi 39 orang. Empat korban terakhir ditemukan di Dusun Curah Kobokan.
“Semuanya berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD dr Haryoto. Setelah diidentifikasi nanti akan diserahan kepada keluarganya,” kata Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna dilansir dari Antara.
Baca Juga: 7 Misteri Gunung Semeru, dari Dewi Penungu Danau Sampai Paku Pulau Jawa
Wayan menambahkan pada hari kelima pasca erupsi, pihaknya menerjunan tiga unit SRU (Search and Rescue Unit) untuk melakukan pencarian korban.
Pencarian difokuska pada tiga sektor, yaitu Dusun Curah Kobokan, Tambang Haji Satuhan, serta Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng.
Satu unit SRU terdiri antara 80-150 orang dengan membawa peralatan sederhana, antara lain sekop, cangkul, dan gergaji mesin.
Baca Juga: Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Mengalir, Semen Indonesia Salurkan Donasi Senilai 100 Juta
“Sampai saat ini kendalanya adalah kendaraan berat tidak bisa masuk ke wilayah Tambah Satuan yang merupakan sektor B. Akases meuju wilayah itu tertutup material vulkanik,” kata dia.
Selain itu, cuaca mendung tebal mengakibatkan upaya pencarian dihentikan sementara.
“Mendung tebal baik di wialyah bencana maupun di puncak Semeru. Kondisi ini membahayakan karena bisa tiba-tiba banjir lahar,” ujar Wayan.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan sebanyak 105 warga terluka akibat erupsi, baik berat maupun ringan.
Erupsi Guung Semeru juga merusak sebanyak 31 unit fasilitas umum. Sedangkan 3.021 peternak kehilangan 764 ekor sapi, 684 ekorkambing dan 1.578 ekor unggas.