Baca Juga: INFO LOKER: PT Kimia Farma Diagnostika Membuka Kesempatan Kerja bagi Lulusan D3 dan S1
“Badan Kesehatan dunia WHO juga menetapkan Indonesia sebagai negara hijau dengan tingkat penularan rendah di bawah 2 persen,” kata Menteri Johnny.
Upaya dari tiap individu, sesederhana apapun itu, menurut Menteri Johnny, memberikan andil dalam penurunan kasus dan mencegah penularan. “Seiring dengan pembukaan kegiatan, maka kesadaran kolektif dan upaya pengendalian diri masyarakat dalam penanganan pandemi harus tetap diperkuat,” ujarnya.
Lebih jauh Menteri Johnny menyatakan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan kebijakan pengendalian pandemi di Indonesia sudah tepat. "Yakni dengan menerapkan PPKM, 3T (testing, tracing, treatment), percepatan vaksinasi, dan disiplin protokol kesehatan secara disiplin dan berkelanjutan," katanya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Lampaui Rekor 800 Gol Dalam Karir, Saat Manchester United Kalahkan Arsenal
Pandemi Masih Ada
Penanganan dan pencegahan penyebaran varian baru Covid-19 di tanah air memang mendapat perhatian besar dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.
Presiden Joko Widodo bahkan kembali menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
"Kita harus tetap waspada karena pandemi belum berakhir dan di tahun 2022, pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman dunia dan juga ancaman bagi negara kita Indonesia," kata Jokowi, dalam kegiatan penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Desa Tahun 2022 seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/11/2021).
Baca Juga: Kemenag Terbitkan Surat Edaran Panduan Perayaan Natal untuk Penanggulangan dan Pencegahan COVID-19
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga secara khusus menegaskan tentang varian Omicron yang kini mulai dideteksi keberadaannya di sejumlah negara di dunia. Itulah sebabnya, dia meminta, kesiapan penanganan atas ancaman itu dilakukan sedini mungkin.
"Selain varian lama, di beberapa negara telah muncul varian baru, varian Omicron yang harus menambah kewaspadaan kita. Antisipasi dan mitigasi perlu disiapkan sedini mungkin agar tidak mengganggu kesinambungan reformasi struktural yang sedang kita lakukan, serta program pemulihan ekonomi nasional yang sedang kita laksanakan," ujar Presiden Jokowi.
Baca Juga: INFO LOKER : Yuuk Bergabung dengan PT Telkom Indonesia, Pendaftaran hingga 31 Desember 2021
Lebih jauh, Presiden Jokowi pun berpesan kepada seluruh elemen di negeri ini agar tetap bersiap diri menghadapi risiko pandemi Covid-19. Apalagi, seluruh negara di dunia memang masih dibayangi oleh bahaya pandemi.
"Jadi ketidakpastian di bidang kesehatan dan perekonomian tetap harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program," pungkas Presiden Jokowi.***