Panglima TNI menjelaskan bahwa walaupun rasio kontak erat hasil tracing terus meningkat, namun prosentase kontak erat yang melaksanakan entry test masih rendah, baru sekitar 6%. Tujuan dari tracing kontak erat adalah memutus rantai penularan.
“Entry test dibutuhkan untuk memastikan bahwa kontak erat yang tertular mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya,” jelasnya.
Baca Juga: Kenalan dengan Hara dan Wara, Maskot Perpanas XVI Papua Yuk!
Lebih lanjut Panglima TNI mengungkapkan bahwa di Provinsi Sumatera Barat tren kenaikan kasus konfirmasi terjadi di Kota Padang Panjang, Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok, Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman.
“Salah satu upaya menekan pandemi melalui vaksinasi. Saat ini 21 Ibu Kota Provinsi sudah mencapai vaksinasi dosis pertama di atas 70%. Sedangkan Kota Padang sendiri baru mencapai 57%, dengan nomor urut 32 dari 34 Provinsi,” katanya.
Pelaksanaan serbuan vaksinasi di wilayah Sumatera Barat meliputi 18 Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Barat dengan jumlah sasaran 37.000 dosis.
Baca Juga: Tips CegahGagal Jantung, Pahami Gejalanya!
Adapun sasaran yang akan divaksin terdiri dari masyarakat umum, Lansia, dan Pelajar dengan vaksin yang digunakan adalah Coronavac, Astra Zeneca, Pfizer, dan Moderna.
Serbuan vaksinasi massal melibatkan 3 unsur Pemerintah Daerah Sumatera Barat (Dinas Kesehatan), TNI dan Polri dengan kekuatan 56 Tim Vaksinator yang terdiri dari Dinas Kesehatan 20 Tim, TNI 14 Tim dan Polri 22 Tim.***