nasional

Efisiensi Sistem Pengaturan Tenaga Listrik Menggunakan Smart Grid

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:12 WIB
Tahapan Smart Grid untuk efisiensi dalam penyediaan tenaga listrik (infopublik.id)

 

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana, mengatakan Smart Grid atau jaringan listrik pintar menjadikan sistem pengaturan tenaga listrik lebih efisien.

PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mempunyai proyek yang sedang berjalan yang berkaitan dengan implementasi Smart Grid di Indonesia, yaitu Remote Engineering, Monitoring, Diagnostic, and Optimization Center (REMDOC) yang kini sudah memasuki tahap dua.

"Smart Grid juga mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik,” ujar Rida dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: Mo Salah Hattrick Saat Liverpool Mempermalukan Manchester United di Old Trafford dengan Skor Telak 0-5

Rida menyampaikan sebanyak 14 dari 28 pembangkit listrik sudah terintegrasi dengan teknologi Smart Grid per Juli 2020.

“Besar harapan kami kepada para pelaku usaha ketenagalistrikan untuk terus berkomitmen dalam pengembangan smart grid, yang menjadi salah satu kunci sukses transisi pemanfaatan energi ramah lingkungan,” kata Rida.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan energi nasional berupa transisi dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah krisis iklim.

Baca Juga: Yes! Fabio Quartararo Juara Dunia MotoGP 2021

Kebijakan itu sejalan dengan komitmen Indonesia pada Paris Agreement tentang penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen sampai 41 persen pada 2030.

“Saat ini komitmen untuk mengatasi perubahan iklim disikapi dengan peta jalan menuju net zero emission,” ujar Rida.

Tantangan yang harus dihadapi menuju netralitas karbon, di antaranya mengurangi emisi yang ada saat ini terkhusus pada sektor pembangkit listrik.

“Pengembangan kelistrikan ke depan terutama di sisi pembangkitan mengarah kepada teknologi dan sumber daya yang ramah lingkungan," katanya

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Berduka, Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Penggunaan batu bara di pembangkit kini cukup besar dan relatif murah. Selain itu, industri juga dituntut untuk menggunakan energi yang rendah karbon agar dapat diserap oleh pasar global. ***

Tags

Terkini