nasional

University of Sydney Temukan Gelombang Radio Aneh Muncul dari Pusat Galaksi

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:40 WIB
University of Sydney Temukan Gelombang Radio Aneh Muncul dari Pusat Galaksi (The University of Sydney)

Profesor Murphy mengatakan: “Kami telah mengamati langit dengan ASKAP untuk menemukan objek baru yang tidak biasa dengan proyek yang dikenal sebagai Variabel dan Transien Lambat (VAST), sepanjang tahun 2020 dan 2021. Melihat ke arah pusat Galaksi, kami menemukan ASKAP J173608.2-321635, dinamai sesuai koordinatnya. Objek ini unik karena awalnya tidak terlihat, menjadi terang, memudar dan kemudian muncul kembali. Perilaku ini sangat luar biasa.”

Baca Juga: Gelandangan dan Orang Telantar di Semarang Naik Pesat Akibat Pandemi Covid-19

Setelah mendeteksi enam sinyal radio dari sumber selama sembilan bulan pada tahun 2020, para astronom mencoba menemukan objek dalam cahaya visual. Mereka tidak menemukan apa-apa.

Mereka beralih ke teleskop radio Parkes dan sekali lagi gagal mendeteksi sumbernya.

Profesor Murphy berkata, “Kami kemudian mencoba teleskop radio MeerKAT yang lebih sensitif di Afrika Selatan. Karena sinyalnya terputus-putus, kami mengamatinya selama 15 menit setiap beberapa minggu, berharap kami akan melihatnya lagi."

Baca Juga: Pembangunan Smelter di Dalam Negeri, Jokowi : Bisa Perkuat Hilirisasi Industri

“Untungnya, sinyalnya kembali, tetapi kami menemukan bahwa perilaku sumbernya sangat berbeda – sumbernya menghilang dalam satu hari, meskipun telah berlangsung selama berminggu-minggu dalam pengamatan ASKAP kami sebelumnya,” tambahnya

Namun, penemuan lebih lanjut ini tidak mengungkapkan lebih banyak tentang rahasia sumber radio sementara ini.

Co-supervisor Mr Wang, Profesor David Kaplan dari University of Wisconsin-Milwaukee, mengatakan, “Informasi yang kami miliki memiliki beberapa kesamaan dengan kelas lain yang muncul dari objek misterius yang dikenal sebagai Galactic Center Radio Transients, termasuk yang dijuluki 'cosmic burper'."

Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Panen Padi IP400 di Sukoharjo

Para ilmuwan berencana untuk terus mengawasi objek tersebut untuk mencari lebih banyak petunjuk tentang apa yang mungkin terjadi.

“Dalam dekade berikutnya, teleskop radio lintas benua Square Kilometer Array (SKA) akan online. Itu akan dapat membuat peta sensitif langit setiap hari,” kata Profesor Murphy.

“Kami berharap kekuatan teleskop ini akan membantu kami memecahkan misteri seperti penemuan terbaru ini, tetapi juga akan membuka petak-petak kosmos baru yang luas untuk dieksplorasi dalam spektrum radio,” tandasnya***

Halaman:

Tags

Terkini