TITIKTEMU.CO, Blora - Sebuah rumah dan bangunan sekolah rusak berat, setelah tertimpa Pohon berukuran raksasa berdiameter 150 cm, di Wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (14/9/2021) kemarin. Kejadian ini mengakibatkan tiga warga mengalami luka parah di kepala dan dirujuk ke RSUD Kabupaten Pati.
Dikutip titik temu dari laman Humas Polri, Hujan rintik-rintik disertai angin kencang di wilayah tersebut, mengakibatkan Pohon Pule tumbang, menimpa atap sekolahan dan rumah yang didalamnya ada 3 orang menjadi korban luka.
Pasca kejadian, Anggota Polsek Todanan dipimpin Kapolsek Iptu Daknyo, langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memantu evakuasi warga dan melakukan pembersihan lokasi.
Baca Juga: Video Polisi Dorong Pemotor Sampai Jatuh Ini Sempat Viral, Berakhir Saling Memaafkan
Daknyo menuturkan, pohon tumbang yang diperkirakan berdiameter 150 cm ini, terletak di tanah milik Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Todanan. Peristiwa ini terjadi pada Selasa Siang, sekira pukul 14.30 WIB.
“Pohon dengan ketinggian mencapai 60 meter itu tumbang menimpa atap sekolahan dan rumah milik Wardiono, warga Desa Todanan Rt.05/02. Tiga penghuni rumah mengalami luka .” Papar Kapolsek Todanan, Iptu Daknyo.
Dijelaskan, saat kejadian, ketiga korban berada di dalam rumah, berjarak sekira 15 meter dari pohon (yang tumbang). Pada saat itu cuaca gerimis disertai angin kencang. Sebelumnya, sejumlah saksi yang mendengar suara retakan pohon akan roboh, sempat berteriak berteriak untuk memberi tahu penghuni rumah, tetapi sudah terlambat.
Baca Juga: UGM Tuan Rumah Kontes Robot Indonesia 2021, Digelar dengan Format Baru
“Pohon terlebih dahulu tumbang dan menimpa rumah dimana ketiga korban berada. Setelah itu, dia melaporkannya ke Polsek Todanan,” tambah Kapolsek.
Semetara itu ketiga korban yang menjadi korban, masing-masing Warsini (49) dan Apriliani (19) mengalami luka berat di kepala dan dirujuk ke RSUD Kabupaten Pati. Sedangkan Slamet (80) mengalami luka ringan.
“Selain korban luka, kerugian material mencapai 150 juta rupiah. Atap sekolahan dan rumah milik warga mengalami rusak berat,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blora, Hadi Praseno mengatakan bahwa sudah mengirimkan anggotanya ke lokasi untuk membantu menangani musibah ini.
“Sudah mas, 10 orang dari Tim Reaksi Cepat BPBD di lokasi,” kata Hadi melalui kontaknya.***