nasional

Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya

Sabtu, 11 September 2021 | 14:56 WIB
Proses pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya. (Wikipedia)

Namun, seperti halnya Ahmad Yani, S Parman menentang ide itu. Keberadaan Angkatan Kelima yang mempersenjatai buruh dan petani akan memicu perang saudara.

Pada 1 Oktober 1965 menjelang Subuh, S Parman diculik pasukan Cakrabirawa. Jasadnya ditemukan 4 Oktober 1965 di sumur tua Lubang Buaya bersama beberapa jenderal lain.

Mayjen TNI DI Panjaitan

Ketika gugur dalam tragedi G30S/PKI, usia DI Panjaitan baru 40 tahun. Jenderal ini pernah mengenyam pendidikan di Associated Command and General Staff College, Amerika Serikat.

Dia merupakan salah satu penggagas terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal TNI.

Sepulang dari Amerika Serikat, DI Panjaitan membongkar pengiriman senjata dari RRC untuk Partai KOmunis Indonesia. Aksi itu membuat PKI marah.

Pada 1 Oktober 1965, Pasukan Tjakrabirawa menggedor rumah Panjaitan. Sang Jenderal tewas ditembak PKI saat berusaha melarikan diri.

Jasadnya ditemukan di sumur tua di kawasan Lubang Buaya. Pada 4 Oktober, jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Mayjen TNI Sutoyo Siswomihardjo

Menjelang tanggal 1 Oktober Mayjen Sutoyo mendapat firasat tidak enak. Namun, dia masih sempat merancang acara peringatan Hari ABRI 5 Oktober 1965. Dia kemudian menyerahkan draft kepada ajudannya.

Menjelang Subuh, firasatnya menjadi kenyataan. Pasukan Tjakrabirawa yang dipimpin Sersan Mayor (Serma) Surono menculiknya.

Dengan todongan bayonet, mereka menggelandang Sutoyo menuju truk. Di Lubang Buaya Sutoyo sempat disiksa sebelum akhirnya ditembak mati oleh PKI.

Letnan Satu Corps Zeni Pierre Andreas Tendean

Perwira pertama TNI ini populer dengan nama Pierre Tendean.  Dia merupakan ajudan Jenderal AH Nasution yang saat itu Menhankam.

Dia baru enam bulan bertugas sebagai ajudan saat tragedi berdarh G30S/PKI itu terjadi.  Pasukan Tjakrabirawa menerobos rumah Jenderal Nasution.

Halaman:

Tags

Terkini