TITIKTEMU.CO, Pemerintah Kota Yogyakarta melanjutkan penataan kawasan kumuh di 3 lokasi pada tahun ini. Penataan difokuskan penataan kawasan kumuh di bantaran sungai dengan pembangunan jalan inspeksi, penataan untuk ruang terbuka publik dan sanitasi.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan mengatakan pada tahun 2023 penataan kawasan kumuh di Kota Yogyakarta mendasarkan pada indikator kumuh yang paling dominan belum tertangani. Mengingat penataan kawasan kumuh tahun ini hanya menggunakan dana dari APBD Kota Yogyakarta. Penataan kawasan kumuh tahun-tahun sebelumnya berkolaborasi dengan APBN sehingga bisa mencakup semua.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran penataan kawasan kumuh adalah wilayah Prawirodirjan, RW 05 Klitren dan RW 8 Pakuncen. Penataan kumuh di Prawirodirjan untuk mengembalikan fungsi lahan Sultan Ground yang dulunya dihuni warga guna kepentingan fasilitas publik. Konsep penataannya untuk fasilitas ruang terbuka publik di bantaran sungai dengan pembangunan pendopo, amphitheater, toilet dan taman dilengkapi tempat bermain anak. Penataan kawasan kumuh di Prawirodirjan ditargetkan selesai pada Oktober 2023.
Baca Juga: Kemendagri Ajak Pemerintah Daerah Pahami Regulasi Penataan Kewenangan Desa
“Pola penataannya kami ingin mendekatkan sungai sebagai area yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Selama ini talut seolah memisahkan antara sungai dengan area permukiman. Karena spacenya ada, kami coba buat amphitheater sehingga harapannya nanti sungai itu adalah wahana bersama, bisa kita jaga sama sama,” terangnya.
Di Klitren dan Pakuncen fokusnya ke penataan sanitasi dan jalan tepi sungai. Jadi nantinya dari sisi operasional untuk pemeliharaan talut maupun mitigasi kalau terjadi longsor dan sebagainya akan lebih mudah kalau ada jalan inspeksi.
Menurut Sigit, luas kawasan kumuh di Kota Yogyakarta saat ini tersisa sekitar 89,36 hektare. Dari luas kawasan kumuh tersebut, sekitar 77 hektare di antaranya berada di bantaran sungai.
Salah seorang warga Prawirodirjan Erni Susanti menyambut baik penataan kawasan bantaran sungai yang lokasinya berada di depan tempat tinggalnya. Dia menuturkan selama ini bantaran itu digunakan untuk permukiman warga. “Harapannya lebih bagus, lebih tertata dan dilihat lebih nyaman,” ujar Erni.