TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Matahari tepat di atas Kabah yang berada di Masjidil Haram, Mekkah akan terjadi pada Sabtu dan Minggu 15 dan 16 Juli 2023.
Pada waktu tersebut menjadi kesempatan yang tepat bagi Muslim untuk mengecek dan memperbaiki arah kiblat.
Peristiwa alam yang terjadi setiap tahun itu selalu terjadi dua kali dalam setahun di tanggal yang sama, yaitu 27-28 Mei dan 15-16 Juli, di mana saat posisi matahari tepat di atas Kabah atau terjadinya 'hari tanpa bayangan'.
Baca Juga: UGM Terima 4.387 Mahasiswa Jalur Mandiri. Registrasi 15 hingga 21 Juli 2023
"Ini adalah waktu yang tepat bagi kita, umat Islam Indonesia untuk kembali mengecek arah kiblat," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, seperti dikutip Antara.
Adib mengatakan, pada Sabtu dan Minggu, 15 dan 16 Juli 2023 bertepatan dengan 26 dan 27 Zulhijah 1444 Hijriah pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, terjadi Istiwa A’zam.
“Istiwa A’zam merupakan peristiwa saat di mana matahari akan melintas tepat di atas Kabah. matahari akan melintas tepat di atas Kabah," kata Adib, Senin (10/7/2023).
Baca Juga: Wimbledon 2023: Ons Jabeur Berniat Tebus Kegagalan di final tahun lalu
Sehubungan dengan itu Adib menjelaskan ada berbagai teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, seperti menggunakan kompas dan teodolit.
Namun, umat Islam juga dapat memastikan arah kiblat dengan cara melihat arah bayangan benda.
"Dalam kondisi seperti ini, yang perlu diperhatikan dalam pedoman arah kiblat adalah, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan lot/bandul, permukaan dasar harus datar dan rata, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, dan Telkom," tandas Adib.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : 90 Ribu Galon Air Zam-Zam Tambahan Telah Dikirim
Seperti diketahui Kiblat merupakan arah yang dituju bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah salat maupun ketika tawaf di Baitullah yaitu Kabah.
Arah lokasi kiblat umat Islam menuju Kabah berada di tengah-tengah Masjidil Haram di Mekkah.