“Ini adalah upaya untuk memeratakan pembangunan dan menginklusikan masyarakat dalam ekonomi digital dengan penyediaan internet di area manapun di negeri ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers Peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) di Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (13/06/2023).
Akses internet yang disediakan satelit SATRIA 1 diharapkan akan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat di lokasi layanan publik, yang belum memiliki akses atau mengalami kualitas internet tapi belum memadai.
“Prioritas utama penerima akses internet dari Strata 1 adalah sektor Pendidikan, fasilitas layanan Kesehatan, Kantor Pemerintah Daerah serta TNI dan Polri,” lanjut Mahfud.
Satelit SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps akan menghadirkan layanan internet di 50.000 titik fasilitas publik.Kecepatan internet di setiap titik layanan publik itu diproyeksikan mencapai 4 Mbps, kecepatan tersebut naik dari perhitungan awal di 2018 saat proyek SATRIA-1 dirintis yang mengusung kecepatan 1 Mbps untuk setiap titiknya.***