nasional

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, AHWA Minta Rangkul Seluruh Potensi NU

Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB
Pasca penetapan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, AHWA menyampaikan amanat agar seluruh potensi NU dirangkul dan organisasi dirawat secara kolektif. (Youtube/NU Online)

TITIKTEMU.CO - Terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 membawa harapan baru bagi perjalanan organisasi dalam lima tahun mendatang.

Kiai Miftach kembali dipercaya menduduki posisi tersebut melalui keputusan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada 30 Agustus 2026.

Keputusan tersebut tidak hanya menjadi kelanjutan kepemimpinan Kiai Miftach, tetapi juga disertai amanat agar seluruh potensi yang ada di lingkungan NU dapat dirangkul dan dilibatkan dalam mengurus organisasi.

Pesan tersebut disampaikan salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar. Menurutnya, para anggota AHWA meminta Rais Aam terpilih untuk mengajak seluruh elemen NU bersama-sama menjaga dan mengembangkan organisasi.

"Para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama," kata KH Anwar Iskandar, Minggu, 30 Agustus 2026.

Baca Juga: KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Dipilih Lewat Musyawarah 9 Kiai AHWA

Ia menambahkan, seluruh potensi tersebut diharapkan dapat dilibatkan tanpa melihat latar belakang maupun perbedaan yang ada.

"Dalam bentuk apa pun, untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama," imbuhnya.

Dakwah Sejuk dan Persuasif

Sosok KH Miftachul Akhyar selama ini dikenal memiliki pendekatan dakwah yang mengedepankan kesejukan dan komunikasi dengan masyarakat.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai karakter tersebut dapat menjadi kekuatan dalam kepemimpinan Kiai Miftach untuk periode keduanya sebagai Rais Aam PBNU.

Menurut Anwar Abbas, gaya dakwah Kiai Miftach terlihat dari berbagai ceramah dan pidatonya yang kerap menekankan pentingnya menghindari cara-cara yang tidak baik dalam menyampaikan ajaran agama.

"Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan. KH Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik tapi harus lebih sejuk, dialogis dan persuasif," ujar Anwar Abbas.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat terus menjadi bagian dari perjalanan NU, khususnya dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini