nasional

Bali Butuh Listrik Lebih Kuat, PLN Buka Tender PLTGU 900 MW—Apa yang Dibangun?

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46 WIB
PLN buka tender PLTGU Jawa-Bali untuk memperkuat pasokan listrik, termasuk Bali. Simak kapasitas dan cara daftarnya. (X/@pln)

TITIKTEMU.CO-Bali bukan cuma butuh listrik untuk menyalakan lampu hotel dan rumah warga. Ketika industri, bisnis, pariwisata, dan aktivitas digital terus bergerak, kebutuhan listrik ikut berlari. Karena itu, PLN kini menyiapkan proyek besar untuk membuat pasokan listrik Jawa-Bali lebih kuat dan andal.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi membuka tender pengadaan tenaga listrik dari Independent Power Producer (IPP) untuk proyek PLTGU Jawa-Bali-3 dan Jawa-Bali-6. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat sistem kelistrikan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dengan Bali sebagai salah satu fokusnya.

Baca Juga: 5 BUMN dengan Karyawan Terbanyak, Nomor 1 Punya Lebih dari 80 Ribu Orang!

PLTGU Jawa-Bali Disiapkan dengan Kapasitas 900 MW

Bukan proyek kecil. Dalam tender tersebut, PLN membuka pengadaan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 2 x 450 megawatt (MW) atau total 900 MW.

Namun pembangkitnya bukan satu-satunya pekerjaan. Proyek juga mencakup penyediaan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), pembangunan pipa gas dari FSRU menuju pembangkit, serta infrastruktur transmisi dan gardu induk.

Jadi, sederhananya, PLN tidak hanya mencari pihak untuk membangun pembangkit. Rantai infrastrukturnya juga harus siap agar listrik yang dihasilkan bisa masuk ke sistem kelistrikan.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Mulai Drop Setelah 1 Tahun? Ternyata Cara Pakai Sangat Menentukan

Kenapa Listrik Bali Perlu Diperkuat?

Pertumbuhan aktivitas ekonomi membutuhkan pasokan energi yang tidak hanya tersedia, tetapi juga stabil. Gangguan listrik tentu bukan perkara sederhana bagi hotel, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, kawasan industri, hingga pelaku usaha kecil.

Karena itu, proyek PLTGU Jawa-Bali menjadi bagian dari langkah PLN menjalankan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang telah ditetapkan pemerintah.

PLTGU sendiri memanfaatkan gas untuk menghasilkan listrik melalui turbin gas, kemudian panas dari proses tersebut dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin lainnya. Pemanfaatan dua tahap inilah yang membuat teknologi pembangkit combined cycle dikenal memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan pembangkit turbin gas sederhana.

Baca Juga: Bukan Cuma Startup AI, 8 Perusahaan Indonesia Ini Tembus Forbes Asia 100 to Watch 2026

Tender PLN Pakai Sistem Dua Sampul

Ada mekanisme khusus bagi perusahaan yang ingin ikut. Peserta wajib membentuk konsorsium dengan maksimal empat anggota, kemudian menunjuk satu pihak sebagai pemimpin konsorsium.

Proses tender menggunakan sistem one-stage, two-envelope. Peserta menyerahkan dokumen dalam satu tahap, tetapi proposal administratif-teknis dan penawaran harga ditempatkan secara terpisah.

Sampul pertama berisi dokumen administrasi dan proposal teknis. Sementara itu, sampul kedua khusus memuat penawaran harga.

Halaman:

Tags

Terkini