Jembatan ini memiliki fungsi penting sebagai akses penghubung antara sejumlah wilayah di Pangandaran. Infrastruktur tersebut menghubungkan Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang dengan Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur.
Selain menjadi akses masyarakat, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas warga dan wisatawan menuju Kampung Budaya Desa Margacinta.
Namun, setelah insiden terjadi, kondisi konstruksi jembatan kini menjadi perhatian. Penyebab pasti ambruknya jembatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah kejadian dipicu oleh kapasitas beban, persoalan konstruksi, kualitas material, maupun faktor teknis lainnya.
Bupati Pangandaran Kena Kawat hingga Tangan Memar
Kabag Humas Pemda Pangandaran, Raden Detty Marieta, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan kejadian berlangsung pada Minggu sore setelah jembatan selesai diresmikan.
“Tadi kejadiannya sore,” ujar Detty dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Detty memastikan kondisi Bupati Citra Pitriyami dalam keadaan baik. Meski sempat mengalami syok, bupati tidak mengalami luka serius.
“Aman tidak ada korban, (bupati) kena kawat memar di bagian tangan,” jelasnya.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Aragon: Jorge Martín Masih Memimpin, Marc Márquez Makin Dekat
Untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab ambruknya jembatan, pihak Pemda Pangandaran mengarahkan agar pemeriksaan lebih lanjut dilakukan bersama instansi teknis terkait.
Sementara itu, warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi Jembatan Gantung Pongpet. Akses jembatan juga diharapkan ditutup sementara sampai hasil pemeriksaan memastikan kondisi infrastruktur tersebut aman untuk digunakan kembali.***